Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ketar-Ketir Ancaman Cina, Taiwan Perpanjang Wajib Militer Setahun
BERITABALI.COM, DUNIA.
Taiwan memperpanjang wajib militer (wamil) dari empat bulan menjadi satu tahun di tengah ancaman serangan Cina yang semakin meresahkan.
"Wajib militer empat bulan saat ini tak cukup untuk menghadapi situasi yang cepat dan selalu berubah," kata Presiden Tsai Ing Wen saat konferensi pers pada Selasa (27/12) seperti dikutip AFP.
Ia kemudian berujar, "Kami telah memutuskan untuk mengembalikan wajib militer satu tahun mulai 2024."
Perpanjangan itu mulai berlaku pada Januari 2024. Aturan ini juga bakal diterapkan bagi laki-laki yang lahir setelah 1 Januari 2005, papar Tsai. Dalam konferensi pers itu, pejabat Menteri Pertahanan juga mengatakan wajib militer akan bertugas menjaga infrastruktur utama dan memungkinkan pasukan reguler merespons jika ada upaya Cina menyerang.
Taiwan secara bertahap mengalihkan fungsi wajib militer menjadi pasukan profesional. Namun, intimidasi Cina yang terus meningkat dan invasi Rusia di Ukraina memicu perdebatan soal urgensi meningkatkan pertahanan.
Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, Cina meningkatkan intimidasi dan provokasi terhadap Taiwan dalam beberapa tahun terakhir. Ancaman itu semakin meningkat usai Rusia menginvasi Ukraina.
"Intimidasi dan ancaman Cina terhadap Taiwan semakin jelas. Tak ada yang menginginkan perang, tetapi perdamaian tak akan jatuh dari langit," jelas Tsai lagi.
Cina bahkan semakin agresif melancarkan provokasi militer sejak dibuat marah Taipei akibat kunjungan sejumlah pejabat Amerika Serikat ke Taiwan pada Agustus lalu. Sejak itu, Cina makin getol mengirim puluhan jet tempur dan kapal perang mendekati wilayah Taiwan.
Cina juga sempat beberapa kali menggelar latihan militer besar-besaran di sekeliling Taiwan. Pada Senin, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan 43 jet tempur Cina memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) pulau itu.
Negeri Tirai Bambu dan Taiwan kerap berselisih. Cina menganggap pulau itu sebagai bagian dari kedaulatannya, tetapi Taipei gigih ingin memerdekakan diri.
Cina juga berulang kali menegaskan bakal melakukan apa saja, jika perlu dengan paksa, mempertahankan pulau tersebut. Mereka juga tak segan memutus hubungan dan melancarkan sanksi terhadap negara lain jika mencampuri urusannya soal Taiwan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan