Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Twitter Digadang Jadi Alat Propaganda China Usai Dibeli Elon Musk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Senator senior dari Virginia, Mark Warner mengungkapkan kekhawatirannya bila Twitter bisa menjadi alat propaganda China karena melihat kedekatan dan keterikatan Elon Musk dengan negara tersebut.
Menurut Warner, sumber kekayaan utama Elon Musk adalah Tesla. Tesla sangat bergantung pada Partai Komunis China untuk mendapatkan baterai sebagai sumber utama mobil listrik Tesla.
Bahkan jika mengamati cuitan Twitter Elon Musk tentang infrastruktur kenadaraan listrik di China semuanya positif. Dan komentar yang dia buat tentang infrastruktur di Eropa atau Amerika umumnya negatif.
"Saya khawatir dia menggunakan ini sebagai platform untuk mempromosikan ide-ide tersebut (komunis)," ujar Warner, dikutip dari TechCrunch, Jumat (13/1/2023).
"Saya Khawatir jika tiba-tiba Twitter melarang komentar negatif tentang Partai Komunis di Tiongkok," tambah Warner.
Diketahui Elon Musk telah menyelesaikan pengambilalihan Twitter senilai USD 44 miliar atau sekitar Rp 682,6 triliun, pada akhir 2022 lalu.
Musk mengatakan terkait minatnya pada Twitter bukanlah tentang menghasilkan uang. Dirinya mengklaim membeli platform media sosial berlogo burung berkicau tersebut untuk membantu umat manusia dan ingin peradaban memiliki kota digital yang sama.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5903 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan