Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
'Kebanyakan' Minta, Jerman Ogah Kirim Jet Tempur ke Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Harapan Ukraina untuk mendapatkan persenjataan yang lebih canggih dari sekutu Barat untuk digunakan melawan Rusia mendapat ganjalan dari Jerman. Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan kembali bahwa Jerman tidak akan mengirim jet tempur ke Ukraina.
Baca juga:
Ini Alasan Erdogan Tolak Swedia Ikut NATO
Adapun, Scholz baru-baru ini untuk mengirim 14 tank Leopard 2 ke Ukraina dan mengizinkan negara-negara Eropa lainnya untuk mengirim tank mereka, setelah perdebatan sengit selama berminggu-minggu dan tekanan yang meningkat dari sekutu.
"Saya hanya dapat menyarankan untuk tidak terus-menerus melakukan perang penawaran dalam hal sistem persenjataan," kata Scholz dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Tagesspiegel, dikutip AFP, Senin (30/1/2023).
"Jika, segera setelah keputusan (tentang tank) dibuat, debat berikutnya dimulai di Jerman, itu tidak dianggap serius dan merusak kepercayaan warga terhadap keputusan pemerintah."
Sebelumnya, keputusan Scholz untuk memberi lampu hijau pengiriman tank disertai dengan pengumuman AS bahwa mereka akan mengirim 31 tank Abrams.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berterima kasih kepada Berlin dan Washington atas langkah tersebut, yang dipandang sebagai terobosan dalam upaya mendukung negara yang dilanda perang itu.
Tetapi Zelensky segera menekankan bahwa Ukraina membutuhkan lebih banyak senjata berat dari sekutu NATO untuk menangkis pasukan Rusia, termasuk jet tempur dan rudal jarak jauh.
Scholz dalam wawancara tersebut memperingatkan agar tidak meningkatkan "risiko eskalasi", dengan Moskow telah mengecam keras janji tank tersebut.
"Tidak ada perang antara NATO dan Rusia. Kami tidak akan membiarkan eskalasi seperti itu," katanya.
Kanselir menambahkan bahwa "perlu" untuk terus berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Panggilan telepon terakhir antara para pemimpin terjadi pada awal Desember.
"Saya akan berbicara dengan Putin melalui telepon lagi," kata Scholz.
"Tapi tentu saja juga jelas bahwa selama Rusia terus mengobarkan perang dengan agresi yang tidak mereda, situasi saat ini tidak akan berubah."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan