Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Demi Hajar Tank AS Cs, Rusia Siap Keluarkan 'Jurus Rahasia'
BERITABALI.COM, DUNIA.
Wilayah Subjek Federal Zabaikalsky di Rusia Timur sedang merencanakan sebuah 'strategi' baru kepada militer dari wilayah itu yang berperang di Ukraina. Hal ini diungkapkan Gubernur Zabaikalsky, Alexander Osipov, pada Jumat, (27/1/2023).
Dalam paparannya, 'strategi' yang diberikan Osipov adalah hadiah bagi para pasukan dari Zabaikalsky yang berhasil menangkap atau menghancurkan tank Barat di Ukraina. Diketahui, Jerman saat ini sedang berniat mengirimkan tank Leopard kepada Kyiv, begitu juga Amerika Serikat (AS) yang berencana mengirimkan tank Abrams.
"Setiap prajurit lokal yang berhasil merebut tank Leopard 'dalam kondisi kerja' dapat memperoleh 3 juta rubel (Rp643 juta ). Hadiah satu juta rubel (Rp214 juta) akan dibayarkan kepada siapa saja yang menghancurkan salah satu tank Jerman ini," ujarnya dikutip Russia Today.
"Sementara mereka yang membantu penangkapan yang berhasil akan dibayar 500 ribu rubel (Rp107 juta) dan mereka yang membantu penghancuran Leopard akan mendapatkan US$ 2.240 (Rp33 juta)."
Sejumlah 1,5 juta rubel (Rp321 juta) akan dibayarkan untuk keberhasilan penangkapan tank M1 Abrams Amerika, dengan pemusnahan dibayar 500 ribu rubel (Rp107 juta).
Perintah Osipov diakhiri dengan peringatan bahwa tentara yang mencari tank untuk dihancurkan atau direbut pertama-tama harus bekerja untuk "mempertahankan hidup dan kesehatan mereka".
Berlin mengumumkan minggu lalu bahwa mereka akan memasok pasukan Kyiv dengan 14 tank Leopard 2, dan akan memberikan izin kepada negara-negara Eropa lainnya untuk mengekspor stok Leopard mereka sendiri ke Ukraina. Kanselir Olaf Scholz menyatakan bahwa Jerman dan mitranya ingin memasok total 112 tank.
Setali tiga uang, AS menjanjikan 31 tank Abrams. Namun Washington dilaporkan tak mampu mengirimkannya hingga akhir 2023.
Sebelum Osipov, perusahaan kimia Rusia Fores telah menawarkan hadiah serupa. Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, perusahaan tersebut mengatakan akan membayar 5 juta rubel (Rp1,070 miliar) kepada setiap prajurit Rusia yang menghancurkan atau menangkap salah satu jenis tank.
Posisi Moskow terkait pengiriman senjata asing adalah berpandangan bahwa ini sebagai bentuk "keterlibatan langsung" NATO dan hanya akan memperpanjang konflik di Ukraina.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan