Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Joe Biden Dikritik Lamban Tembak Jatuh Balon Mata-Mata Cina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Anggota parlemen Amerika Serikat dari Partai Republik mengkritik Presiden Joe Biden karena menunggu berhari-hari untuk menembak jatuh balon mata-mata Cina. Dia mengatakan hal ini menunjukkan kelemahan AS pada Cina dan awalnya berupaya menyembunyikan insiden ini.
Balon itu akhirnya ditembak jatuh pada Sabtu (4/2) oleh jet tempur Angkatan Udara AS di lepas pantai South Carolina. Penembakan ini sepekan setelah balon itu diketahui memasuki wilayah udara AS di dekat Alaska.
Menteri Pertahanan AS Llyod Austin mengatakan pihaknya dapat mengumpulkan intelijen 'berharga' usai mempelajari balon tersebut. Dia juga mengungkap ada tiga balon pengintai Cina telah transit di AS selama pemerintahan Donald Trump.
"Kita seharusnya menembak jatuh balon ini di atas Kepulauan Aleutian. Kita seharusnya tak pernah membiarkannya transit di seluruh benua Amerika Serikat," kata Tom Cotton dari Partai Republik dan anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat, diberitakan Reuters, Minggu (5/2).
Cotton meyakini Biden menunda pengungkapan balon tersebut ketika penetrasi ke wilayah AS karena ingin menyelamatkan rencana perjalanan diplomatik Menteri Luar Negeri Antony Blinken ke Cina, yang akhirnya ditunda karena insiden balon ini.
"Saya pikir sebagian dari itu adalah keengganan presiden untuk mengambil tindakan apa pun yang akan dipandang sebagai provokatif atau konfrontatif terhadap komunis Cina," kata Cotton.
Biden, seorang Demokrat, mengatakan pada Sabtu dia mengeluarkan perintah menembak jatuh pada Rabu setelah balon itu melintasi langit Montana.
Walau begitu dikatakan Pentagon merekomendasikan untuk menunggu sampai pelumpuhan bisa dilakukan di perairan terbuka buat melindungi warga sipil dari potensi puing-puing balon yang jatuh ke darat.
Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg sempat membela penanganan Biden dengan mengatakan pendekatannya adalah melindungi warga AS.
"Presiden meminta agar ini ditangani dengan cara yang menyeimbangkan semua risiko berbeda. Itulah yang sebenarnya terjadi," kata Buttigieg.
"Militer melakukan pekerjaan luar biasa. Dari sudut pandang kami di DOT (Kementerian Perhubungan), tentu perhatian utama kami adalah keselamatan wilayah udara nasional," ucap Buttigieg lagi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4475 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2284 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1801 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1576 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1021 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun