Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Sudah Datang Konsultasi ke Dokter, Kok Masih Gagal?
Seksologi dr Oka Negara, MBiomed, FIAS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beberapa orang atau pasangan, masih sering mengeluhkan permasalahan seksualnya yang tidak kunjung pulih segera, walau sudah datang konsultasi dan berobat ke dokter. Tanpa disadari, sesungguhnya ada beberapa hal yang tidak dilakukan untuk pengobatan yang optimal dan berhasil memuaskan.
Nah, apa saja kemungkinan yang menjadi penyebab terapi belum kunjung berhasil adalah:
1. Pasien tidak mau membuka diri dengan lebih total, sehingga permasalahan tidak semua terungkap untuk dapat dicari penyebab yang pasti.
2. Pasien masih gengsi mengakui diri memiliki masalah seksual. Merasa memiliki bentuk badan sehat, merasa diri pintar, punya jabatan, dan populer, lalu merasa tidak mungkin bermasalah.
3. Enggan mengubah pola hidup buruk, misal merasa tidak perlu menghentikan kebiasaan merokok, minum alkohol. Menganggap merokok dan minum alkohol itu "jantan."
4. Tidak ada dukungan penuh dari pasangan. Yang ada malah sering "berantem", saling tuding tentang masalah seksual yang dihadapi, akhirnya gairah seksual menjadi menurun, bahkan saat ingin memulai hubungan seksual.
5. Susah untuk rileks. Padahal rileks adalah kunci awal terapi, sebelum yang lain. Sebenarnya jiks bisa rileks, maka upaya menegakkan diagnosis dan pengobatan menjadi relatif lebih mudah.
6. Masih memercayai informasi dari teman dan mencoba-coba dulu upaya sendiri tanpa dasar yang benar. Akhirnya menjadi korban iklan "obat kuat" oplosan hingga risiko medis lain misalnya penis rusak karena suntikan silikon.
7. Berharap hasil instan dan segera bisa sembuh. Sudah datang ke dokter dan mendapat terapi awal, misalnya: diberi obat untuk membantu supaya dapat ereksi dengan baik, tetapi begitu dirasakan manfaatnya tidak lagi dilanjutkan pengobatannya dengan tuntas.
8. Tidak mengindahkan perilaku hidup sehat lainnya, misalnya: tidak ingat mengelola stres, termasuk dengan pasangan dan pekerjaan. Lupa ber-olah raga. Malah tetap begadang.
9. Menolak untuk cek laboratorium. Untuk kasus yang cukup berat, sering kali dibutuhkan pemeriksaan tambahan seperti cek darah. Misalnya pada kasus disfungsi ereksi membutuhkan pemeriksaan gula darah dan testosteron.
Itu beberapa kemungkinan sebab kenapa setelah berkonsultasi dan berobat tentang masalah seksual, tetapi tidak mendapatkan kabar kesembuhan yang optimal.
Untuk diketahui, dan dapat diterapkan dengan baik.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/oka
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3681 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1355 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1234 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1123 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun