Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 21 Oktober 2026
Sudah Datang Konsultasi ke Dokter, Kok Masih Gagal?
Seksologi dr Oka Negara, MBiomed, FIAS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beberapa orang atau pasangan, masih sering mengeluhkan permasalahan seksualnya yang tidak kunjung pulih segera, walau sudah datang konsultasi dan berobat ke dokter. Tanpa disadari, sesungguhnya ada beberapa hal yang tidak dilakukan untuk pengobatan yang optimal dan berhasil memuaskan.
Nah, apa saja kemungkinan yang menjadi penyebab terapi belum kunjung berhasil adalah:
1. Pasien tidak mau membuka diri dengan lebih total, sehingga permasalahan tidak semua terungkap untuk dapat dicari penyebab yang pasti.
2. Pasien masih gengsi mengakui diri memiliki masalah seksual. Merasa memiliki bentuk badan sehat, merasa diri pintar, punya jabatan, dan populer, lalu merasa tidak mungkin bermasalah.
3. Enggan mengubah pola hidup buruk, misal merasa tidak perlu menghentikan kebiasaan merokok, minum alkohol. Menganggap merokok dan minum alkohol itu "jantan."
4. Tidak ada dukungan penuh dari pasangan. Yang ada malah sering "berantem", saling tuding tentang masalah seksual yang dihadapi, akhirnya gairah seksual menjadi menurun, bahkan saat ingin memulai hubungan seksual.
5. Susah untuk rileks. Padahal rileks adalah kunci awal terapi, sebelum yang lain. Sebenarnya jiks bisa rileks, maka upaya menegakkan diagnosis dan pengobatan menjadi relatif lebih mudah.
6. Masih memercayai informasi dari teman dan mencoba-coba dulu upaya sendiri tanpa dasar yang benar. Akhirnya menjadi korban iklan "obat kuat" oplosan hingga risiko medis lain misalnya penis rusak karena suntikan silikon.
7. Berharap hasil instan dan segera bisa sembuh. Sudah datang ke dokter dan mendapat terapi awal, misalnya: diberi obat untuk membantu supaya dapat ereksi dengan baik, tetapi begitu dirasakan manfaatnya tidak lagi dilanjutkan pengobatannya dengan tuntas.
8. Tidak mengindahkan perilaku hidup sehat lainnya, misalnya: tidak ingat mengelola stres, termasuk dengan pasangan dan pekerjaan. Lupa ber-olah raga. Malah tetap begadang.
9. Menolak untuk cek laboratorium. Untuk kasus yang cukup berat, sering kali dibutuhkan pemeriksaan tambahan seperti cek darah. Misalnya pada kasus disfungsi ereksi membutuhkan pemeriksaan gula darah dan testosteron.
Itu beberapa kemungkinan sebab kenapa setelah berkonsultasi dan berobat tentang masalah seksual, tetapi tidak mendapatkan kabar kesembuhan yang optimal.
Untuk diketahui, dan dapat diterapkan dengan baik.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/oka
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4509 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2132 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2092 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1683 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1663 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan