Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 24 Juli 2026
Putin Menggila, Ukraina Dihujani Rudal, Keadaan Mencekam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia telah melepaskan rentetan rudal ke kota-kota di seluruh Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv, pelabuhan Laut Hitam Odesa, dan kota timur laut Kharkiv. Serangan rudal memicu sirene serangan udara di seluruh Ukraina pada Kamis (9/3/2023) pagi.
Rusia telah menyerang Ukraina dengan gelombang serangan rudal sejak Oktober lalu. Rentetan serangan menargetkan infrastruktur energi negara itu terjadi setiap minggu. Namun serangan terakhir terjadi pada 16 Februari 2023 lalu dan dimulai lagi hari ini.
Di Kyiv, Wali Kota Vitali Klitschko mengatakan dua orang terluka setelah adanya ledakan di distrik kota Svyatoshynsky dan Holosiivskyi. Akibatnya, pasokan listrik telah diputus terlebih dahulu menjadi sekitar 15 persen penduduk Kyiv.
Di timur Ukraina, Gubernur Oleh Syniehubov mengatakan 15 rudal menghantam bangunan tempat tinggal di kota Kharkiv dan daerah sekitarnya. Dia berjanji untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang skala kerusakan atau korban jiwa di kota terbesar kedua di Ukraina itu.
"Objek infrastruktur kritis lagi-lagi menjadi bidikan penghuni," katanya dalam unggahan Telegram, dikutip Al Jazeera.
Wali Kota Kharkiv Ihor Terekhov melaporkan di Telegram bahwa ada masalah listrik di beberapa bagian kota yang dipimpinnya.
Di wilayah Odesa, Gubernur Maksym Marchenko mengatakan serangan rudal massal telah menghantam fasilitas energi di kota pelabuhan, sehingga memutus aliran listrik. Unit anti-pesawat telah menjatuhkan beberapa rudal dan serangan baru dapat menyusul, sehingga mendesak warga untuk tetap tinggal di tempat perlindungan.
"Untungnya tidak ada korban jiwa. Pembatasan listrik berlaku," tambah Marchenko.
Lebih banyak ledakan dilaporkan terjadi di kota utara Chernihiv dan wilayah barat Lviv, serta di kota Dnipro, Lutsk, dan Rivne. Media Ukraina juga melaporkan ledakan di wilayah barat Ivano-Frankivsk dan Ternopil.
Sementara itu, perusahaan negara Energoatom Ukraina mengatakan serangan rudal menyebabkan pembangkit nuklir Zaporizhzhia, yang berada di bawah kendali Rusia, kehilangan pasokan tenaga listrik.
"Hubungan terakhir antara Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang diduduki dan sistem tenaga Ukraina terputus," katanya dalam sebuah pernyataan.
Energoatom mengatakan bahwa reaktor kelima dan keenam telah dimatikan dan tenaga listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan pabrik dipasok oleh 18 generator diesel yang memiliki cukup bahan bakar selama 10 hari.
Pemadaman listrik darurat preventif diterapkan di wilayah Kyiv, Dnipropetrovsk, Donetsk dan Odesa, kata pemasok DTEK.
Kereta Api Ukraina juga melaporkan pemadaman listrik di area tertentu. Lima kereta ditunda lebih dari satu jam, dan 10 kereta ditunda lebih dari 30 menit.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3815 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1483 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1465 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1417 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1314 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun