Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Netanyahu Pecat Menhan, Puluhan Ribu Warga Israel Demo Gila-Gilaan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Puluhan ribu warga Israel melakukan aksi unjuk rasa buntut pemecatan Menteri Pertahanan Yoav Gallant oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Aksi unjuk rasa di Tel Aviv dan kota-kota besar lainnya terus berlanjut. Selain di depan kantor parlemen, unjuk rasa juga dilakukan di depan rumah pribadi Netanyahu di Yerusalem.
CNN melaporkan bahwa para demonstran melakukan berbagai aksi, mulai dari membakar ban hingga menutup akses jalan.
Para pengunjuk rasa memprotes Netanyahu yang memecat Gallant. Menhan itu dipecat setelah menentang rencana amandemen sistem peradilan Israel yang dicanangkan pemerintahan Netanyahu.
Menurut Gallant, perombakan sistem peradilan berisiko terhadap keamanan negara.
"Saat ini, demi negara kita, saya bersedia mengambil risiko apa pun dan membayar berapa pun harganya," kata Gallant dalam pidato di televisi, seperti diberitakan Al Jazeera.
Kekhawatiran risiko keamanan negara tak hanya datang dari Gallant. Israel sudah didera krisis politik berbulan-bulan gara-gara rencana Netanyahu untuk merombak sistem peradilan itu.
Kekhawatiran yang sama juga sudah disampaikan para pemimpin bisnis, mantan kepala keamanan, hingga menarik perhatian Amerika Serikat dan negara-negara sekutu lainnya.
Dalam rancangan undang-undang terbaru yang diusulkan Netanyahu, lembaga eksekutif akan diberikan lebih banyak kendali atas penunjukan hakim bahkan memberi wewenang bagi parlemen untuk membatalkan keputusan Mahkamah Agung.
Netanyahu dan sekutunya juga mengklaim rencana amandemen ini akan mengembalikan keseimbangan lembaga yudisial dan eksekutif Israel.
Namun para kritikus menilai RUU itu justru akan menghilangkan sistem check-and-balances dan memusatkan kekuasaan di tangan koalisi pemerintahan.
Bahkan Netanyahu dituding memiliki konflik kepentingan, lantaran ia kini tengah berada dalam pusaran kasus korupsi.
"Yang ingin dilakukan pemerintah bukan membenahi atau mengamandemen sistem peradilan agar lebih adil. Justru sebaliknya, mereka ingin mengambil kembali sistem peradilan," kata anggota Knesset dari partai sayap kiri Hadash, Ofer Cassif.
Pascapemecatan Gallant, belum diketahui siapa yang akan menggantikan posisi Menhan Israel.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan