Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Dua Bersaudara Tewas Dalam Penembakan di Permukiman Ilegal Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dua warga warga Israel tewas dalam insiden penembakan di Tepi Barat pada Jumat (7/4). Kejadian ini berselang beberapa jam setelah Israel membombardir Gaza dan Libanon menyusul insiden di Masjid Al-Aqsa.
Insiden itu terjadi di Kota Efrat, sebuah permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Wali Kota Oded Revivi membenarkan dua orang tewas berstatus dua orang saudara perempuan.
"Sementara ibu mereka terluka parah," kata Revivi dikutip AFP.
Tentara mengatakan tiga orang itu ditembaki di dalam mobil ketika mereka melewati persimpangan Hamra yang terletak di bagian utara Lembah Yordan.
Merespons insiden ini, tentara Israel telah melancarkan perburuan terhadap para pelaku penembakan.
Serangan itu terjadi setelah tentara Israel melakukan serangan udara dan pengeboman artileri sebagai tanggapan atas tembakan roket dari Jalur Gaza dan Libanon. Tentara Israel mengatakan lebih dari 30 roket telah ditembakkan oleh militan Palestina dari Libanon.
"Menyerang sasaran, termasuk infrastruktur teror, milik organisasi teroris Hamas di Libanon selatan," kata pihak militer.
Baca juga:
Diserang Israel, Begini Sejarah Al Aqsa, Masjid yang Pernah Jadi Arah Kiblat Pertama Sebelum Mekkah
Dilansir Reuters, Israel kini memperkuat pasukannya di dekat perbatasannya usai meletusnya kekerasan perbatasan dan penggerebekan yang dilakukan polisi di Masjid Al-Aqsa
Meski begitu, tidak ada cidera serius dilaporkan di sepanjang perbatasan meski militan menembakkan roket dari Libanon dan Gaza selama beberapa hari terakhir dan militer Israel membalas dengan serangan udara.
"Tidak ada yang menginginkan eskalasi sekarang," kata seorang juru bicara militer Israel.
"Ketenangan akan dijawab dengan ketenangan, pada tahap ini saya pikir, setidaknya dalam beberapa jam mendatang," tambahnya.
Seorang pejabat dari kelompok militan Palestina mengatakan kepada Reuters mereka siap tetap tenang jika Israel melakukan hal yang sama.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5935 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4650 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2619 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2276 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2219 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan