Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Prajurit TNI di Nduga Diserang dan Ditembak Kelompok Separatis
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang dan menembaki prajurit TNI dari Satgas Yonif R 321/GT yang bertugas di wilayah Mugi-Mam, Kabupaten Nduga, Sabtu (15/4). Masih belum diketahui apakah ada korban jiwa dari penyerangan tersebut.
"Prajurit TNI dari Satgas Yonif R 321/GT yang bertugas di wilayah Mugi-Mam Kab Nduga diserang dan ditembak oleh gerombolan KST (Kelompok Separatis dan Teroris), Sabtu (15/4), pukul 16.30 WIT," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman dalam keterangan resminya, Minggu (16/4).
Herman mengatakan sampai saat ini belum diketahui pasti berapa korban prajurit TNI yang tewas dan luka-luka akibat serangan tersebut. Sampai saat ini pihaknya masih memantau kondisi terkini di lokasi kejadian.
Menurut Herman, saat ini jalur komunikasi dengan aparat keamanan di lokasi keamanan juga belum tersambung akibat cuaca hujan.
"Sampai saat ini masih dilaksanakan pemantauan, tapi karena cuaca hujan dan berkabut, sehingga belum bisa berkomunikasi dengan aparat keamanan yang berada di lokasi tersebut," jelas Herman.
"Demikian pula upaya-upaya memberikan bantuan dan evakuasi tetap dilaksanakan," tuturnya menambahkan.
Aksi penyerangan ini diduga berkaitan dengan operasi penyelamatan pilot Susi Air asal Selandia Baru, Kapten Philip Mark Mehrtens yang disandera pihak TPNPB-OPM beberapa waktu terakhir.
Sementara itu, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengklaim sembilan prajurit TNI tewas dalam penyerangan tersebut. Selain itu, sembilan pucuk senjata juga sudah dikuasai oleh pihaknya.
"Kami terima laporan awal konfirmasi, di mana tim Komnas TPNPB melaporkan bahwa panglima dan pasukannya sampaikan mereka sudah membunuh sembilan orang," ujar Sebby dalam sebuah rekaman suara.
Sebby menegaskan pihaknya hanya baru akan membebaskan pilot Susi Air lewat proses negosiasi damai.
"Kami kan minta pemerintah Indonesia dan Selandia Baru kita bebaskan sandera melalui negosiasi damai," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 842 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 770 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 733 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 391 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 369 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun