Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Pelaku Penembakan di Pesta AS Masih Misteri, Polisi Minta Info Warga
beritabali.com/cnnindonesia.com/Pelaku Penembakan di Pesta AS Masih Misteri, Polisi Minta Info Warga
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pelaku penembakan massal di Alabama, Amerika Serikat, pada Sabtu (15/4) masih belum diketahui. Polisi lantas meminta masyarakat memberikan informasi terkait insiden itu.
Sersan Jeremy Burkett dari Badan Penegakan Hukum Alabama meminta warga memberikan kesaksian mengenai penembakan massal yang menewaskan empat orang dan melukai 28 lainnya itu.
Permintaan itu terlontar saat Burkett ditanya mengenai penahanan dan motif pelaku. Ia tak merinci soal pelaku dan justru meminta informasi dari masyarakat.
"Kami harus mendapatkan informasi dari masyarakat," kata Burkett saat konferensi pers, seperti dikutip Associated Press, Minggu (16/4).
Burkett mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 22.30 waktu setempat. Insiden itu berlangsung di sebuah studio tari di pusat kota Dadeville.
Di antara empat korban tewas, yakni seorang siswa sekolah menengah atas yang berencana masuk sekolah sepak bola dan merayakan ulang tahun ke-16 adik perempuannya.
Keenan Cooper, DJ di pesta tersebut, mengatakan kepada WBMA-TV bahwa pesta langsung dihentikan saat pengunjung mendengar ada orang yang memegang senjata.
Dia mengatakan kala itu terdengar seruan yang meminta orang bersenjata pergi. Namum, tak ada satupun orang yang pergi.
Penembakan kemudian terjadi tak lama setelah itu. Banyak orang berlindung di bawah meja, sementara beberapa lainnya berlari keluar.
"Ada empat nyawa yang secara tragis hilang di insiden ini dan ada banyak yang terluka," kata Burkett.
Presiden AS Joe Biden menyampaikan duka cita terhadap insiden tersebut. Biden juga meminta kepada Kongres untuk segera mengkaji ulang aturan senjata api di negara itu.
"Mewajibkan penyimpanan senjata api yang aman, mewajibkan pemeriksaan latar belakang untuk semua penjualan senjata, menghilangkan kekebalan produsen senjata dari tanggung jawab dan melarang senjata serbu dan magasin berkapasitas tinggi," kata Biden.
Ini merupakan kali kedua penembakan terjadi di Dadeville. Pada Juli 2016, lima orang terluka akibat penembakan di aula American Legion. Pelaku penembakan saat itu didakwa atas lima tuduhan percobaan pembunuhan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 818 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 749 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 583 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 388 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 334 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun