Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Selandia Baru Respons Satu TNI Tewas Saat Coba Bebaskan Pilot Susi Air
beritabali.com/cnnindonesia.com/Selandia Baru Respons Satu TNI Tewas Saat Coba Bebaskan Pilot Susi Air
BERITABALI.COM, DUNIA.
Selandia Baru buka suara usai satu anggota TNI tewas dalam upaya penyelamatan pilot Susi Air, Philip Mehrtens, yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM), di Nduga, Papua, pada pekan lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (MFAT) Selandia Baru mengaku sudah mengetahui laporan itu. Namun, dia enggan berkomentar lebih rinci.
"Kami mengetahui laporan ini, tetapi tak akan berkomentar apa pun," kata jubir itu kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/4).
Ia kemudian menyatakan Selandia Baru melakukan segala upaya untuk membebaskan Mehrtens dengan cara damai dan aman.
"Termasuk bekerja sama dengan pihak berwenang Indonesia dan mengerahkan staf konsuler Selandia Baru," katanya.
Lebih lanjut, jubir itu mengatakan keselamatan Mehrtens menjadi prioritas pemerintah Selandia Baru. Namun, mereka tak memberikan rincian upaya yang sudah ditempuh selama ini untuk membebaskan dia.
Sementara itu, TNI juga terus berupaya untuk membebaskan Mehrtens. Pada Sabtu lalu, TNI yang sedang menjalankan operasi pembebasan Mehrtens terlibat kontak senjata dengan OPM.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksama Julius widjono mengatakan saat itu, Satgas tengah menyisir dan mendekati posisi para penyandera. Namun, OPM menyerang.
Prajurit TNI bernama Pratu Miftahul Arifin dari Satgas Yonif R 321/GT dilaporkan terjatuh ke jurang. Saat Pratu hendak dievakuasi, OPM menyerang lagi hingga akhirnya prajurit itu tewas.
OPM sudah menyandera Mehrtens sejak Februari lalu. Pada Maret, OPM merilis foto dan video yang memperlihatkan Mehrtens.
Dalam salah satu video itu, mereka meminta Mehrtens membacakan syarat terkait pembebasan dirinya.
"OPM akan membebaskan saya setelah Papua merdeka," ujar dia yang mengenakan jaket biru.
Mehrtens juga mengatakan OPM meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi mediator untuk menangani konflik di Papua, dan melarang pilot asing terbang serta bekerja di wilayah itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2246 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan