Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Selandia Baru Respons Satu TNI Tewas Saat Coba Bebaskan Pilot Susi Air
beritabali.com/cnnindonesia.com/Selandia Baru Respons Satu TNI Tewas Saat Coba Bebaskan Pilot Susi Air
BERITABALI.COM, DUNIA.
Selandia Baru buka suara usai satu anggota TNI tewas dalam upaya penyelamatan pilot Susi Air, Philip Mehrtens, yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM), di Nduga, Papua, pada pekan lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (MFAT) Selandia Baru mengaku sudah mengetahui laporan itu. Namun, dia enggan berkomentar lebih rinci.
"Kami mengetahui laporan ini, tetapi tak akan berkomentar apa pun," kata jubir itu kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/4).
Ia kemudian menyatakan Selandia Baru melakukan segala upaya untuk membebaskan Mehrtens dengan cara damai dan aman.
"Termasuk bekerja sama dengan pihak berwenang Indonesia dan mengerahkan staf konsuler Selandia Baru," katanya.
Lebih lanjut, jubir itu mengatakan keselamatan Mehrtens menjadi prioritas pemerintah Selandia Baru. Namun, mereka tak memberikan rincian upaya yang sudah ditempuh selama ini untuk membebaskan dia.
Sementara itu, TNI juga terus berupaya untuk membebaskan Mehrtens. Pada Sabtu lalu, TNI yang sedang menjalankan operasi pembebasan Mehrtens terlibat kontak senjata dengan OPM.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksama Julius widjono mengatakan saat itu, Satgas tengah menyisir dan mendekati posisi para penyandera. Namun, OPM menyerang.
Prajurit TNI bernama Pratu Miftahul Arifin dari Satgas Yonif R 321/GT dilaporkan terjatuh ke jurang. Saat Pratu hendak dievakuasi, OPM menyerang lagi hingga akhirnya prajurit itu tewas.
OPM sudah menyandera Mehrtens sejak Februari lalu. Pada Maret, OPM merilis foto dan video yang memperlihatkan Mehrtens.
Dalam salah satu video itu, mereka meminta Mehrtens membacakan syarat terkait pembebasan dirinya.
"OPM akan membebaskan saya setelah Papua merdeka," ujar dia yang mengenakan jaket biru.
Mehrtens juga mengatakan OPM meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi mediator untuk menangani konflik di Papua, dan melarang pilot asing terbang serta bekerja di wilayah itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan