Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Warga RI Malas Beli HP Baru, Jenis Smartphone Ini Tak Laku
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tahun lalu, daya beli masyarakat pada ponsel baru masih mengalami penurunan. Ini jadi salah satu alasan pasar smartphone tanah air mengalami penurunan.
Laporan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker dari perusahaan riset IDC mengungkapkan pasar smartphone RI anjlok 14,3 persen. Capaian tersebut terjadi pertama kalinya setelah 13 tahun berturut-turut selalu mengalami pertumbuhan.
Selain itu penurunan juga terjadi pada jumlah unit yang dikirimkan. Pada 2022, hanya 35 juta unit HP yang dikirimkan turun dari 40,9 juta unit tahun sebelumnya.
Daya beli masyarakat yang menurun disebabkan salah satunya adalah adanya inflasi. Masalah tersebut khususnya terjadi pada masyarakat yang memiliki penghasilan menengah ke bawah. Mereka disebut berfokus pada pemenuhan kebutuhan primernya.
Faktor lainnya adalah masyarakat juga melakukan pengalihan pengeluaran. Salah satunya adalah pada sektor transportasi karena mobilitas mereka mulai kembali tinggi setelah kasus Covid-19 melandai.
Masalah lain yang dianggap jadi biang kerok penurunan pasar smartphone adalah hambatan rantai pasokan perangkat. Ini terjadi pada paruh pertama tahun lalu.
IDC juga menjelaskan tahun 2023 kemungkinan pasar smartphone mulai kembali stabil. Associate Market Analyst IDC Indonesia, Vanessa Aurelia menjelaskan kemungkinan akan ada pertumbuhan satu digit pada skenario positif di tahun ini.
"Skenario yang lebih positif dapat membuka kemungkinan pertumbuhan kecil di angka satu digit, pada saat dunia berjuang melawan inflasi, pergerakan kurs, ketegangan geopolitik, dan kebijakan-kebijakan moneter," jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (21/2/2023).
Menurutnya, masyarakat masih akan berhati-hati untuk mengeluarkan pendapatannya membeli smartphone baru. Dia juga melihat ponsel yang dibanderol murah akan tertekan akibat masyarakat yang mengalihkan uangnya pada sektor lain.
Di sisi lain, Vanessa juga menjelaskan sejumlah vendor akan mulai berfokus pada perluasan portofolio mereka di kelas atas.
"Lain halnya dengan segmen-segmen premium yang diperkirakan akan lebih tahan banting karena adanya tendensi dari sisi konsumen untuk memiliki smartphone yang lebih tahan lama dan memiliki spesifikasi lebih baik. Di sisi lain, vendor-vendor smartphone juga berfokus untuk memperluas portofolio kelas atas mereka," kata Vanessa.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2217 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan