Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Tarian Joged Bumbung Erotis Bisa Dimimalisir dengan Menampilkan Penari yang Cantik
BERITABALI.COM, TABANAN.
Puluhan penari dan pemilik sanggar seni Kabupaten Tabanan pada Minggu, (23/4) berkumpul di Gedung Kesenian I Ketut Maria.
Mereka mengikuti workshop soal fenomena tarian Joged yang terjadi saat ini. Kegiatan ini digagas oleh Paiketan Seniman Bali Kabupaten Tabanan.
Ketua Panitia acara I Made Noviyanto menyebutkan, acara tersebut membahas berbagai hal yang melingkupi dinamika tarian joged.
“Juga termasuk soal tabuh kreasi dari sekaa joged saat yang malah menjurus kehilangan pakem tradisi,” ujarnya.
Selain itu, adanya fenomena soal tarian joged dianggap erotis, dosen karawitan di UNHI Denpasar ini menjelaskan, hal tersebut bisa dimimalisir dengan menampilkan penari joged dengan paras menarik atau cantik.
Baca juga:
PKB Perkuat Pakem Tradisi Joged Bumbung
“Saya sudah coba itu, dan penampilan joged tetap meriah. Karena penari yang cantik punya penggemar dan tidak hanya mengandalkan goyangan erotis,” ujarnya.
Keluarga Besar Paiketan Seniman Bali Kabupaten Tabanan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk menyelenggarakan Workshop ini. Sebagai upaya mengembalikan nilai-nilai estetika dan etika yang terdapat pada tarian joged bumbung.
“Sehingga setelah kegiatan ini kami berharap tarian joged bumbung perlahan dapat kembali citra positifnya,” ujarnya.
Sementara itu, I Nyoman Ardika atau pelawak Sengap yang menjadi moderator dari acara itu juga mengatakan, saat ini terjadi degradasi nilai dari penari joged. Pelawak yang juga dikenal dengan nama Golden Sengap ini mencontohkan kekeknya yang beristrikan penari joged.
“Kalau zaman dulu, itu menjadi rebutan dan memiliki rasa bangga bisa mendapatkan cinta seorang penari joged yang memiliki wajah cantik. Sekarang, malah kesannya penari joged kurang di mata masyarakat. Apalagi munculnya tarian joged erotis,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber pada acara tersebut, I Ketut Gede Rudita atau yang dikenal dengan nama pangung Sokir (Trio lawak Celekontong Mas) menilai, adanya unsur gambelan joged dengan banyak variasi misalkan menjurus musik Koplo bisa memicu munculnya gerakan di luar pakem tarian joged.
“Ini menurut saya, misalkan pada musik punk, rock dan pop, cara kita untuk menikmatinya kan berbeda-beda,” ujarnya.
Perwakilan Dinas Kebudayaan Tabanan, Kabid Kesenian Ni Luh Nyoman Sri Suryati menyebutkan, pihaknya terus melalukan sosialisasi terkait undang-undang porno aksi. Karena menurutnya, tarian joged sempat kebablasan di luar pakem tarian. Bahkan, menjurus erotis bahkan aksi porno.
“Dampaknya sudah ada, misalkan di beberapa tempat di Tabanan, dari pihak kelihan banjara tahu prajurunya sebelum tarian joged dimulai akan ada arahan pada sekaa atau penarinya,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3872 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1989 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1860 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1760 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun