Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tarian Joged Bumbung Erotis Bisa Dimimalisir dengan Menampilkan Penari yang Cantik
BERITABALI.COM, TABANAN.
Puluhan penari dan pemilik sanggar seni Kabupaten Tabanan pada Minggu, (23/4) berkumpul di Gedung Kesenian I Ketut Maria.
Mereka mengikuti workshop soal fenomena tarian Joged yang terjadi saat ini. Kegiatan ini digagas oleh Paiketan Seniman Bali Kabupaten Tabanan.
Ketua Panitia acara I Made Noviyanto menyebutkan, acara tersebut membahas berbagai hal yang melingkupi dinamika tarian joged.
“Juga termasuk soal tabuh kreasi dari sekaa joged saat yang malah menjurus kehilangan pakem tradisi,” ujarnya.
Selain itu, adanya fenomena soal tarian joged dianggap erotis, dosen karawitan di UNHI Denpasar ini menjelaskan, hal tersebut bisa dimimalisir dengan menampilkan penari joged dengan paras menarik atau cantik.
Baca juga:
PKB Perkuat Pakem Tradisi Joged Bumbung
“Saya sudah coba itu, dan penampilan joged tetap meriah. Karena penari yang cantik punya penggemar dan tidak hanya mengandalkan goyangan erotis,” ujarnya.
Keluarga Besar Paiketan Seniman Bali Kabupaten Tabanan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk menyelenggarakan Workshop ini. Sebagai upaya mengembalikan nilai-nilai estetika dan etika yang terdapat pada tarian joged bumbung.
“Sehingga setelah kegiatan ini kami berharap tarian joged bumbung perlahan dapat kembali citra positifnya,” ujarnya.
Sementara itu, I Nyoman Ardika atau pelawak Sengap yang menjadi moderator dari acara itu juga mengatakan, saat ini terjadi degradasi nilai dari penari joged. Pelawak yang juga dikenal dengan nama Golden Sengap ini mencontohkan kekeknya yang beristrikan penari joged.
“Kalau zaman dulu, itu menjadi rebutan dan memiliki rasa bangga bisa mendapatkan cinta seorang penari joged yang memiliki wajah cantik. Sekarang, malah kesannya penari joged kurang di mata masyarakat. Apalagi munculnya tarian joged erotis,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber pada acara tersebut, I Ketut Gede Rudita atau yang dikenal dengan nama pangung Sokir (Trio lawak Celekontong Mas) menilai, adanya unsur gambelan joged dengan banyak variasi misalkan menjurus musik Koplo bisa memicu munculnya gerakan di luar pakem tarian joged.
“Ini menurut saya, misalkan pada musik punk, rock dan pop, cara kita untuk menikmatinya kan berbeda-beda,” ujarnya.
Perwakilan Dinas Kebudayaan Tabanan, Kabid Kesenian Ni Luh Nyoman Sri Suryati menyebutkan, pihaknya terus melalukan sosialisasi terkait undang-undang porno aksi. Karena menurutnya, tarian joged sempat kebablasan di luar pakem tarian. Bahkan, menjurus erotis bahkan aksi porno.
“Dampaknya sudah ada, misalkan di beberapa tempat di Tabanan, dari pihak kelihan banjara tahu prajurunya sebelum tarian joged dimulai akan ada arahan pada sekaa atau penarinya,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan