Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Peternak Ayam Kampung Diminta Manfaatkan Talas Sebagai Pakan Alternatif
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tim akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar) meminta peternak ayam kampung untuk memanfaatkan talas sebagai pakan alternatif sebagai usaha untuk menjaga ketersediaan pakan.
Tim akademisi yang terdiri dari Dr. I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya, S.Pt.,MM, Ir. Ni Ketut Etty Suwitari, M.Si dan Ir. I Nyoman, Kaca, M.Si merekomendasikan pemanfaatan talas sebagai pakan alternatif karena cukup banyak tersedia di lingkungan peternak dan belum dimanfaatkan secara optimal. Apalagi pada sisi lain para peternak saat ini sedang menghadapi mahalnya pakan pabrik/komersial.
“Talas mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi berupa umbi, pelepah daunnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat maupun pembungkus. Daun, sisa umbi, dan kulit umbi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan secara langsung maupun setelah difermentasi,” kata Gusti Agus Putra Sanjaya yang merupakan Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat FP-Unwar saat di konfirmasi di Denpasar pada Senin (8/5).
Menurut Agus Sanjaya pemanfaatan talas sebagai pakan alternatif telah disosialisasikan dan diuji coba pada Kelompok Ternak Manuk Amertha, Dusun Segah, Desa Asahduren, Pekutatan-Jembaran. Para peternak ayam juga telah dibekali pengetahuan mengenai tata cara pengolahan talas menjadi pakan alternatif.
Agus Sanjaya berharap melalui pemanfaatan daun talas ini peternak bisa menekan harga pakan yang cukup mahal, selain itu daun talas juga dapat meningkatkan produktifitas telur karena mempunyai nutrisi yang cukup tinggi. Mengingat Biaya pakan selama ini merupakan biaya produksi terbesar dengan persentase sebesar 60-70 persen dari total biaya produksi.
Ia mengungkapkan ayam kampung belum dianggap sebagai komoditas usaha peternakan utama yang menopang penghasilan dan kesejahteraan keluarga masyarakat/kelompok ternak.
Masyarakat pedesan memelihara ayam kampung sebagai sumber pangan keluarga untuk memenuhi kebutuhan telur dan daging. Peningkatan populasi ayam kampung tidak terlepas dari tingginya permintaan masyarakat terhadap komoditas unggas lokal ini.
Peningkatan permintaan masyarakat telah menciptakan peluang usaha dalam budidaya ayam kampung. Ayam kampung memiliki peluang yang besar ditinjau dari agroekosistem dan lingkungan hidup, seiring dengan meningkatnya pendapatan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kuantitas dan kualitas bahan pangan yang bergizi dan aman dikonsumsi.
Pemanfaatan ayam kampung di Bali selain sebagai ternak penghasil daging dan telur juga digunakan sebagai sarana upakara keagamaan sebagai ayam caru. Beberapa warna yang bisa dikatagorikan kedalam ayam caru di Bali yaitu ayam yang memiliki bulu dengan warna putih, kuning, hitam, merah, dan brumbun.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan