Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Petani di Badung Diminta Olah Kelapa menjadi Produk Inovatif
BERITABALI.COM, BADUNG.
Petani di Kabupaten Badung diminta untuk mengolah produksi kelapa yang dihasilkan menjadi produk inovatif untuk mendukung pengembangan pariwisata di Badung.
Aneka produk olahan dapat dibuat dari buah kelapa, mulai dari minyak kelapa, kelapa parut kering, kopra, gula kelapa, santan, nata de coco, sirup air kelapa, kecap kelapa, keripik, selai kelapa, santan awetan dan beragam produk lainnya.
“Kelapa adalah salah satu hasil pertanian yang bernilai ekonomis tinggi bila dilakukan pengolahan lebih lanjut karena hampir semua bagian tanaman dapat diolah lebih lanjut, terutama buahnya,” kata Akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar), Ir. I Wayan Sudiarta,MP di sela-sela kegiatan sosialisasi dan pelatihan serangkaian “Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah” di Desa Carangsari, Badung pada Kamis (18/5).
Sudiarta menyatakan over produksi menyebabkan harga buah kelapa hanya Rp.2000 - Rp.4000 perbuah sedangkan ongkos panjat cukup mahal yaitu Rp.20.000,- perpohon. Murahnya harga buah kelapa maka perlu dipikirkan alternatif mengolahnya menjadi produk lain, sehingga nilai ekonomis buah kelapa dapat lebih ditingkatkan dan dapat menambah pendapatan masyarakat.
Ia memaparkan buah kelapa, khususnya yang sudah tua mengandung kalori yang tinggi, sebesar 359 kal per 100 gram; daging kelapa setengah tua mengandung kalori 180 kal per 100 gram dan daging kelapa muda mengandung kalori sebesar 68 kal per 100 gram. Sedang nilai kalori rata-rata yang terdapat pada air kelapa berkisar 17 kalori per 100 gram. Air kelapa hijau, dibandingkan dengan jenis kelapa lain banyak mengandung tanin atau antidotum (anti racun) yang paling tinggi.
Disebutkan komposisi kandungan zat kimia yang terdapat pada air kelapa antara lain asam askorbat atau vitamin C, protein, lemak, hidrat arang, kalsium atau potassium. Mineral yang terkandung pada air kelapa ialah zat besi, fosfor dan gula yang terdiri dari glukosa, fruktosa dan sukrosa.
Sudiarta mengungkapkan pengembangan produk inovatif berbahan kelapa diharapkan dapat mendukung pengembangan desa wisata di Kabupaten Badung. Mengingat pohon kelapa cukup mudah ditemui di desa-desa di Kabupaten Badung, salah satunya di Desa Carangsari. Apalagi Desa Carangsari telah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Badung tahun 2021 lalu.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan