Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Sepatu Michael Jordan Saat Final NBA 1997 Dilelang, Laku Rp20 Miliar
BERITABALI.COM, DUNIA.
Legenda NBA Michael Jordan melelang sepatu dalam pertandingan yang disebut "Flu Game" dari Final NBA 1997. Hasilnya, sepatu itu terjual di lelang seharga 1,38 juta dolar AS atau Rp20 miliar.
"Harga penjualan akhir sepatu kets "Flu Game" Michael Jordan 1997: $1.380.000," perusahaan lelang memorabilia Goldin mengumumkan lewat unggahan Twitter, Kamis (15/6).
Baca juga:
Sepatu Michael Jordan Terjual Rp21 Miliar
Sepatu kets tersebut merupakan bagian dari sejarah Jordan dan Bulls yang memenangi enam gelar NBA pada 1990-an. Bulls dan Utah imbang di final NBA best-of-seven pada 1997 dengan masing-masing dua kemenangan jelang gim kelima, ketika Jordan merasa sakit, demam, dan dehidrasi karena virus tetapi tetap bermain untuk Chicago.
Menurut catatan AFP, dikutip Jumat, pada pertandingan itu Jordan mencetak 38 poin dalam 44 menit dan melakukan tembakan tiga angka yang menentukan di detik-detik terakhir untuk kemenangan Bulls 90-88.
Itu adalah satu-satunya kekalahan kandang Jazz di playoff dan Chicago kemudian merebut mahkota dalam enam pertandingan, sementara Jordan mendapat penghargaan NBA Finals Most Valuable Player (MVP).
Sepatu milik mantan ballboy Jazz itu pertama kali dijual di lelang 10 tahun lalu dengan harga hampir 105.000 dolar AS. (sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5333 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3441 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2251 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1035 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan