Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
AS Klaim Ketahui Rencana Pemberontakan Wagner Group ke Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat (AS) mengaku telah mengetahui rencana bos Wagner Group, Yevgeny Prigozhin soal pemberontakan terhadap pemerintah Rusia.
Pejabat intelijen AS percaya bahwa Prigozhin telah merencanakan tantangan besar terhadap kepemimpinan militer Rusia selama beberapa waktu. Namun, mereka tidak mengetahui pasti tujuan akhir Prigozhin.
Pejabat intelijen memberi pengarahan kepada para pemimpin kongres yang dikenal sebagai Gang of Eight pada awal pekan ini tentang pergerakan Wagner dan penumpukan peralatan di dekat Rusia.
Melansir CNN, Sabtu (24/5), intelijen AS melihat tanda-tanda bahwa Prigozhin sedang membuat persiapan pemberontakan termasuk dengan mengumpulkan senjata dan amunisi.
Namun, sumber yang yang akrab dengan intelijen mengatakan semuanya terjadi dengan sangat cepat dan sulit untuk mengetahui seberapa serius Prigozhin mengancam militer Rusia dan kemana dia akan membawa pasukannya.
Wagner Group menyerbu markas militer Negeri Beruang Merah di Rostov pada Sabtu (24/6). Prigozhin, bahkan sempat mengerahkan pasukannya untuk menyerbu Moskow.
Aksi Wagner tersebut membuat pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengadakan pertemuan darurat pada Jumat (24/5) malam. Biden juga berkomunikasi dengan pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris Raya tentang situasi di Rusia, dan mereka menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan untuk Ukraina.
Sementara itu, kantor Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengkonfirmasi pada Sabtu bahwa dia telah berbicara dengan pejabat dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Uni Eropa. Selama diskusi Blinken menegaskan kembali bahwa dukungan AS untuk Ukraina tidak akan berubah.
Kendati demikian, Prigozhin sepakat meninggalkan Rusia setelah sempat menyerbu markas militer Negeri Beruang Merah dan mengerahkan pasukan untuk menyerbu Moskow.
Kremlin mengumumkan Prigozhin akan pergi ke Belarusia dan Rusia tidak akan menuntut dia dan pasukannya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan