Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 24 Juli 2026
Ukraina Dapat Pinjaman Rp22,5 Triliun dari Bank Dunia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Demi menghadapi ketegangan dengan Rusia yang tak kunjung usai, Bank Dunia kembali memberi pinjaman tambahan senilai US$1,5 miliar atau setara dengan Rp22,5 triliun (asumsi kurs Rp15 ribu per dolar AS) ke Ukraina.
"Dukungan ini akan membantu memberikan bantuan kepada rumah tangga dan mengurangi dampak invasi Rusia," kata Bank Dunia dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN, Jumat (30/6).
Pinjaman tersebut dijamin oleh pemerintah Jepang di bawah Advancing Needed Credit Enhancement for Ukraine Trust Fund.
Secara total, hingga saat ini Bank Dunia telah memberikan bantuan melalui pinjaman kepada Ukraina hingga US$37,5 miliar.
Sementara itu, konflik Rusia-Ukraina kini diwarnai oleh pemberontakan oleh perusahaan militer swasta Wagner Group. Di mana, Jenderal Rusia Sergei Surovikin diduga ikut terlibat dalam karena dikabarkan sebagai anggota VIP rahasia Wagner.
Moskow sampai saat ini masih meluncurkan aksi serangan ke Ukraina. Terakhir, penembakan mematikan masih dilakukan ke kota-kota sepanjang garis depan dan terbanyak aksi dilakukan di titik panas di bagian selatan dan timur Ukraina. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3818 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1488 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1469 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1422 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1319 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun