Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Taliban Larang Salon Kecantikan Beroperasi di Afghanistan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Afghanistan yang kini dipimpin oleh Taliban melarang salon kecantikan beroperasi di negara Asia Selatan itu.
Kementerian Pengawas Moral Afghanistan (Ministry of Vice and Virtue) pun memaksa ratusan salon kecantikan, terutama yang dikelola oleh perempuan, ditutup.
"Semua salin kecantikan yang dikelola oleh perempuan di Kabul dan provinsi lainnya harus ditutup secepatnya dan mematuhi aturan kami," bunyi perintah dari kementerian tersebut yang disebarkan melalui pesan teks pada Selasa (4/7).
Kementerian itu tidak menjelaskan detail soal informasi lainnya termasuk alasan larangan tersebut diberlakukan.
Kementerian menambahkan: "Setiap pelanggar akan berurusan dengan hukum."
Larangan ini merupakan kebijakan Taliban terbaru yang membatasi peran perempuan dalam lingkup pemerintah hingga publik.
Perempuan Afghanistan dan berbagai kelompok pemerhati hak asasi manusia, terutama hak perempuan, mengecam larangan ini. Mereka menganggap Taliban benar-benar ingin mengisolasi peran perempuan di lingkup pemerintahan hingga publik.
Oposisi juga memandang kebijakan Taliban pada akhirnya hanya ingin memaksa perempuan agar diam di rumah.
"Taliban tidak memandang perempuan sebagai manusia tapi sebagai komoditas, barang yang bisa dimiliki, dan ditindas," kata perempuan Afghanistan sekaligus aktivis yang telah mengungsi di Turki, Jamila Afghan, seperti dikutip The Straits Times.
"Larangan terbaru ini akan berdampak bagi ribuan penata rias wajah dan menutup ratusan salon di seluruh negeri," paparnya menambahkan.
Sebelum Taliban melarang salon kecantikan, kelompok itu juga telah menerapkan berbagai pembatasan bagi perempuan mulai dari larangan bekerja, sekolah, berkuliah, mengatur tata cara berpakaian, hingga melarang wanita pergi ke pusat kebugaran atau gym.
Taliban kembali mengambil alih pemerintahan Afghanistan pada Agustus 2021 setelah melancarkan serbuan ke Ibu Kota Kabul dan menduduki Istana Kepresidenan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun