Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Taliban Larang Salon Kecantikan Beroperasi di Afghanistan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Afghanistan yang kini dipimpin oleh Taliban melarang salon kecantikan beroperasi di negara Asia Selatan itu.
Kementerian Pengawas Moral Afghanistan (Ministry of Vice and Virtue) pun memaksa ratusan salon kecantikan, terutama yang dikelola oleh perempuan, ditutup.
"Semua salin kecantikan yang dikelola oleh perempuan di Kabul dan provinsi lainnya harus ditutup secepatnya dan mematuhi aturan kami," bunyi perintah dari kementerian tersebut yang disebarkan melalui pesan teks pada Selasa (4/7).
Kementerian itu tidak menjelaskan detail soal informasi lainnya termasuk alasan larangan tersebut diberlakukan.
Kementerian menambahkan: "Setiap pelanggar akan berurusan dengan hukum."
Larangan ini merupakan kebijakan Taliban terbaru yang membatasi peran perempuan dalam lingkup pemerintah hingga publik.
Perempuan Afghanistan dan berbagai kelompok pemerhati hak asasi manusia, terutama hak perempuan, mengecam larangan ini. Mereka menganggap Taliban benar-benar ingin mengisolasi peran perempuan di lingkup pemerintahan hingga publik.
Oposisi juga memandang kebijakan Taliban pada akhirnya hanya ingin memaksa perempuan agar diam di rumah.
"Taliban tidak memandang perempuan sebagai manusia tapi sebagai komoditas, barang yang bisa dimiliki, dan ditindas," kata perempuan Afghanistan sekaligus aktivis yang telah mengungsi di Turki, Jamila Afghan, seperti dikutip The Straits Times.
"Larangan terbaru ini akan berdampak bagi ribuan penata rias wajah dan menutup ratusan salon di seluruh negeri," paparnya menambahkan.
Sebelum Taliban melarang salon kecantikan, kelompok itu juga telah menerapkan berbagai pembatasan bagi perempuan mulai dari larangan bekerja, sekolah, berkuliah, mengatur tata cara berpakaian, hingga melarang wanita pergi ke pusat kebugaran atau gym.
Taliban kembali mengambil alih pemerintahan Afghanistan pada Agustus 2021 setelah melancarkan serbuan ke Ibu Kota Kabul dan menduduki Istana Kepresidenan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan