Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Cina Cemas Sampai Wanti-Wanti NATO Jangan Dekati Asia-Pasifik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina melayangkan ultimatum kepada Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) agar tidak memperluas pengaruhnya ke kawasan Asia Pasifik.
Sama seperti Rusia di Eropa, Beijing sekali lagi menentang segala upaya NATO untuk memperluas pengaruhnya di Asia-Pasifik.
Hal itu disampaikan Beijing bertepatan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Vilnius, Lithuania dan rencana aliansi tersebut membuka kantor cabang di Jepang.
"Cina dengan tegas menentang gerakan ketimuran NATO ke kawasan Asia-Pasifik," bunyi pernyataan misi perwakilan Cina untuk Eropa pada Selasa (11/7).
"Setiap tindakan yang membahayakan hak dan kepentingan sah Cina akan ditanggapi dengan tegas," papar pernyataan itu menambahkan seperti dikutip Reuters.
Dalam KTT tersebut, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida juga hadir sebagai observer. Menurut Tokyo, kehadiran Kishida kedua kalinya dalam KTT NATO ini ditujukan agar dapat meningkatkan perhatian aliansi terhadap risiko keamanan di Asia Timur.
Kishida sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa ada rencana NATO membuka kantor perwakilan di Jepang. Ia juga tak menjabarkan detail rencana dan tujuan pembukaan misi NATO tersebut.
Namun, Kishida menegaskan Jepang tidak memiliki rencana untuk menjadi anggota NATO. Jika terjadi, kantor di Jepang menjadi misi perwakilan pertama NATO di Asia.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Cina untuk Eropa juga mengecam balik tuduhan NATO bahwa Beijing mengusik kepentingan dan keamanan aliansi Amerika Serikat cs itu.
Melalui komunike, NATO dengan tegas dan keras mengatakan China menantang kepentingan, keamanan, dan nilai-nilai aliansi dengan "ambisi dan kebijakan pemaksaannya."
"Cina menggunakan alat politik, ekonomi, dan militer untuk meningkatkan jejak globalnya dan memproyeksikan kekuatannya, sementara tetap abu-abu tentang strategi, niat, dan pembangunan militernya," ucap NATO.
"Operasi hibrid dan dunia maya Cina yang berbahaya serta retorika konfrontatif dan disinformasinya menargetkan sekutu dan membahayakan keamanan aliansi (NATO)."
Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, menuturkan meski Cina bukan "musuh" aliansi, Negeri Tirai Bambu semakin menantang tatanan internasional "dengan perilaku pemaksaannya."
Namun, NATO tidak menyinggung masalah Taiwan dalam komunikenya. Padahal, konflik Taiwan-Cina menjadi salah satu yang terus memanas dalam setahun terakhir.
Perwakilan Cina di Eropa mengecam komunike NATO ini, yang dianggap mengabaikan fakta dasar, mendistorsi posisi serta kebijakan Cina. Beijing juga menganggap pernyataan bersama negara anggota NATO itu dengan sengaja mendiskreditkan Cina.
"Kami dengan tegas menentang dan menolak (komunike) ini," kata perwakilan Cina itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan