Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Perusakan di Pura Goa Raja Besakih oleh WNA, PHDI Mengecam, Pengelola Belum Merespons
beritabali/ist/Perusakan di Pura Goa Raja Besakih oleh WNA, PHDI Mengecam, Pengelola Belum Merespons.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
PHDI Karangasem mengecam aksi perusakan yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Korea terhadap sejumlah atribut pelinggih di Pura Goa Raja Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem pada Senin (7/8/2023) sore.
Ketua PHDI Karangasem, Ni Nengah Rustini menyatakan bahwa pihaknya sangat tidak menerima dengan adanya aksi perusakan atau pelecehan simbol atau perusakan pengangge di Pelinggih tempat suci yang notabene sangat disucikan dan dilestarikan oleh umat hindu di Bali.
"Harapan kami hendaknya yang berwenang di bidang itu tegas menjaga kesucian pura," kata Rustini saat dihubungi, Selasa (8/8/2023).
Ia juga berharap, ada semacam batas pada areal Pura sehingga bisa tertata dengan jelas sampai dimana batas - batas yang bisa dimasuki oleh wisatawan sehingga Pura yang disucikan tetap suci dan lestari sesuai adat dan budaya Bali.
Sementara itu, dikonfirmasi terkait dengan adanya perusakan yang dilakukan oleh WNA tersebut, Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widiarta belum memberikan pernyataannya.
Begitu pula dengan Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta saat dihubungi via whatsapp terkait pengawasan mengingat WNA tersebut datang seorang diri ke Pura Goa Raja hingga melakukan perusakan juga belum memberikan pernyataannya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3789 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1732 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang