Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
AS Ketar-Ketir Rusia-Cina Makin Mesra
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat waswas atas hubungan Rusia dan Cina yang makin mesra beberapa waktu belakangan.
Kementerian Luar Negeri AS menyatakan Washington memiliki "perhatian" serius terhadap hubungan antara Moskow dan Beijing.
Juru bicara Kemlu AS, Vedant Patel, menyinggung kekhawatiran itu saat sedang membahas rencana pertemuan puncak antara pejabat negaranya, Jepang, dan Korea Selatan pada Jumat (18/8) mendatang.
Menurutnya, ketiga negara menitikberatkan pertemuan itu pada persoalan Cina. Patel kemudian ditanya pertemuan ketiga negara ini bakal membahayakan upaya AS "membangun kembali komunikasi dengan Cina" atau tidak.
AS membantah pernyataan itu. Namun, ia mengakui bahwa AS memang khawatir atas hubungan dekat antara Cina dan Rusia.
"Kami juga memiliki kekhawatiran berkelanjutan mengenai China dan Rusia yang makin mesra dan langkah-langkah yang telah mereka ambil," kata Patel, seperti dikutip Russia Today, Rabu (16/8).
Patel bicara demikian beberapa hari setelah Kementerian Pertahanan AS mengirim sejumlah kapal perusak rudal merespons kapal-kapal Cina dan Rusia yang melakukan patroli angkatan laut bersama di Alaska.
Beberapa anggota parlemen dari Partai Republik menyebut latihan bersama itu sebagai "serangan". Senator dari Alaska, Dan Sullivan, bahkan mengatakan Washington harus menghadapi "agresi otoriter."
Merespons kekhawatiran akan latihan militer itu, juru bicara Kedutaan Besar Cina di Washington, Liu Pengyu, mengatakan "tindakan ini tidak menargetkan pihak ketiga dan tidak ada hubungannya dengan situasi internasional dan regional saat ini."
Ketika menyebut situasi internasional dan regional, Pengyu diduga merujuk pada perang di Ukraina dan ketegangan antara Cina dan Taiwan.
Sementara itu, Rusia menyatakan angkatan laut mereka bakal tetap melanjutkan latihan militernya bersama Cina. Latihan itu disebut bakal dilakukan di Laut Jepang, Selat La Perouse, Laut Okhotsk, dan Selat Kamchatka.
Di sisi lain, para pejabat AS juga menduga Rusia dan Cina mengembangkan kerja sama ekonomi.
Cina sejauh ini selalu bersikeras menegaskan Beijing dan Rusia hanya "melakukan kerja sama ekonomi dan perdagangan normal dengan negara-negara di seluruh dunia, termasuk Rusia."
Kementerian Luar Negeri Cina juga menyebut hubungan bilateral dengan Moskow "tidak menargetkan pihak ketiga, juga tidak tunduk pada campur tangan dan paksaan oleh pihak ketiga."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan