Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Somalia Larang TikTok dan Telegram, Cegah Propaganda Teroris
BERITABALI.COM, DUNIA.
Somalia melarang penggunaan TikTok, Telegram, dan aplikasi judi online. Mereka menyebut aplikasi-aplikasi tersebut kerap digunakan "teroris" untuk menebar propaganda.
Kementerian Komunikasi dan Teknologi Somalia mengumumkan pelarangan TikTok dan Telegram itu melalui pernyataan resmi pada Minggu (20/8).
"Untuk mempercepat perang terhadap teroris yang sudah menumpahkan darah rakyat Somalia, menteri komunikasi dan teknologi menginstruksikan perusahaan penyedia jasa internet untuk menangguhkan TikTok, Telegram, dan aplikasi judi 1XBET, yang kerap dipakai teroris menyebar klip grafis, foto, yang menyesatkan masyarakat."
Mereka menegaskan perusahaan-perusahaan harus sudah menerapkan larangan itu pada 24 Agustus. Jika tidak, perusahaan bakal diganjar tindakan hukum.
Setelah pengumuman ini dirilis. TikTok menolak memberikan komentar. Mereka masih menunggu komunikasi resmi dengan pemerintah setempat mengenai larangan tersebut.
Sementara itu, Telegram merilis pernyataan berbunyi, "Telegram secara konsisten menghapus propaganda teroris di Somalia dan dunia."
Sebagaimana diberitakan Reuters, mereka juga menegaskan Telegram "secara aktif memoderasi" konten-konten berbahaya.
Reuters juga sudah meminta komentar dari 1XBet, tapi belum mendapatkan respons.
Di jagat maya, larangan ini langsung menuai kritik dari sejumlah warga yang kerap menggunakan TikTok untuk keperluan bisnis.
Seorang penjual emas di TikTok, Halimo Hassan, mengaku khawatir pelanggannya bakal menurun karena larangan ini.
"Saya mendesak pemerintah untuk mengizinkan TikTok untuk publik, tapi tetap mengendalikan bagaimana penggunaannya dalam konteks kultural Somalia," katanya.
Sejak Agustus tahun lalu, Somalia memang menggencarkan upaya memerangi teroris di kawasan tengah negara itu, seperti Al-Shabaab, yang berafiliasi dengan Al Qaeda.
Menyatukan kekuatan dengan milisi lokal, mereka melancarkan misi penumpasan teroris itu dalam operasi yang didukung tentara Uni Afrika dan serangan udara Amerika Serikat.
Al-Shabaab sebenarnya sudah didepak dari Ibu Kota Somalia, Mogadishu, pada 2021 silam. Namun, kelompok itu masih menguasai sejumlah kawasan pinggiran.
Di sana, mereka terus melancarkan serangan mematikan terhadap warga sipil serta target-target politik dan militer walau pemerintah menggempur tak henti.
Presiden Hassan Sheikh Mohamud sendiri sudah bersumpah bakal menghabisi kelompok teror di negaranya. Somalia pun diperkirakan bakal mengumumkan fase kedua perlawanan tersebut dalam waktu dekat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan