Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Enam Ramuan Sehat Yang Bisa Lindungi Paru-Paru dari Polusi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Terus-terusan menghirup udara kotor yang terpapar polusi bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Selain gangguan sistem pernapasan, polutan yang terkandung di dalam polusi juga dapat memengaruhi sistem hormon di dalam tubuh.
Terkait isu polusi Jakarta yang makin memburuk, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau warga Jakarta dan sekitarnya untuk kembali mengenakan masker di tengah polusi udara yang terus memburuk. Penggunaan masker bisa mencegah masyarakat terpapar penyakit yang berhubungan dengan pernapasan.
Selain kembali mengenakan masker, ada baiknya Anda juga mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Berikut adalah 6 ramuan yang dipercaya bagus untuk menghalau efek buruk polusi yang bisa merusak paru-paru.
1. Teh Hijau
Selain membantu dan memberikan manfaat penurunan berat badan, kandungan antioksidan yang terdapat pada teh hijau bisa memberikan banyak manfaat bagi tubuh, yaitu mengeluarkan racun dari tubuh, mencegah serta mengurangi peradangan paru-paru, dan melancarkan pencernaan.
Mengonsumsi dua hingga tiga cangkir teh hijau perhari dinilai bisa menjadi cara yang bagus untuk detoksifikasi paru-paru.
2. Jahe Kunyit
Sifat obat dalam kunyit terbukti sangat baik untuk mengendalikan batuk, hidung tersumbat, dan pilek. Curcumin dalam kunyit adalah agen anti-inflamasi, antioksidan, dan anti-kanker. Jahe dapat meredakan gejala mual dan mengurangi hidung tersumbat akibat lendir.
3. Teh Akar Licorice
Teh akar licorice dianggap sebagai bahan pokok untuk mengurangi batuk dan hidung tersumbat. Studi menunjukkan bahwa teh licorice memiliki sifat antivirus dan antimikroba.
Membuat teh akar licorice cukup mudah, yakni ambil akar licorice sepanjang satu inci dan haluskan, lalu ambahkan ke air mendidih dan biarkan meresap selama 5-10 menit. Tambahkan madu atau jus lemon untuk menyeimbangkan rasanya.
4. Teh Lemon Madu Jahe
Jahe dikenal mengandung sifat anti-inflamasi yang dapat meredakan batuk dan hidung tersumbat. Sementara itu, madu dapat mengurangi frekuensi batuk. Terakhir, kandungan vitamin C yang terdapat pada lemon dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Cara membuat teh lemon madu jahe cukup mudah, yaitu parut atau potong jahe hingga berukuran sedang, lalu tambahkan satu sendok teh madu dan beberapa tetes jus lemon ke dalam air dan didihkan. Bila sudah selesai direbus, saring minuman ke dalam cangkir dan minum secara hangat untuk mendetoksifikasi paru-paru secara alami.
5. Jus Smoothies Apel, Bit, dan Wortel
Campuran apel, bit, dan wortel bisa membantu detoksifikasi tubuh dengan maksimal. Ketiga bahan tersebut kaya dengan serat, vitamin C, vitamin E, potasium, dan senyawa lainnya yang dapat membantu mengendalikan asma.
Mengonsumsi smoothies kaya antioksidan saat pagi hari adalah salah satu cara efektif untuk membersihkan paru-paru dari racun.
6. Air Rebusan Kayu Manis
Kayu manis tinggi kandungan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi. Keduanya diklaim dapat membantu mengurangi peradangan di paru-paru, menurunkan tekanan darah, dan mengontrol kadar gula darah.
Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa manfaat anti-inflamasi dan antioksidan ini bermanfaat bagi penderita kanker paru-paru sebelum dan sesudah perawatan.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2739 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2025 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1961 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun