Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Jangan Dibiarkan, Diabetes Bisa Bikin Kaki Diamputasi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Diabetes terutama diabetes melitus memang berbahaya. Penyakit ini bahkan bisa membuat seseorang menjalani amputasi kaki akibat diabetes.
Baru-baru ini, seorang pria asal Malaysia juga viral di media sosial TikTok karena kakinya harus diamputasi. Pria ini menjalani amputasi setelah didiagnosa mengalami diabetes melitus gara-gara hobinya mengonsumsi teh tarik manis sejak muda.
Dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Siloam, Vito Damay mengatakan amputasi di kaki memang jadi salah satu risiko yang bisa dialami penderita diabetes. Meskipun memang tidak semua orang diabetes harus melakukan amputasi di kaki atau anggota tubuh lainnya.
"Ini jadi salah satu risiko. Sebab ketika diabetes tidak ditangani dengan cepat dan tidak mengubah gaya hidupnya maka bisa muncul komplikasi serius pada pembuluh darah, terutama di kaki," kata Vito saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (30/8).
Amputasi kaki akibat diabetes ini terjadi saat muncul gangguan pada pembuluh darah. Pembuluh darah pasien diabetes bisa tersumbat yang menyebabkan sel dan jaringan tidak bisa menerima oksigen dan nutrisi sesuai kebutuhannya.
Oleh karena itu, saat kaki para penderita diabetes ini terluka, lukanya susah sembuh. Bahkan bisa berakhir membusuk.
"Jadi ya ketika hal ini muncul jalan satu-satunya yang bisa dilakukan dengan amputasi," kata dia.
Pasien memang bisa memilih untuk tidak mengamputasi kaki mereka. Tapi menurut Vito amputasi kaki ini perlu dilakukan. Pasalnya, kaki yang membusuk dan infeksi ini jika dibiarkan akan berbahaya untuk kesehatan pasien.
Tim dokter pun kata dia, biasanya lebih memilih mengambil tindakan amputasi kaki akibat diabetes daripada membiarkannya begitu saja.
"Tentu setelah diamputasi pasien harus benar-benar menjaga pola hidupnya, makanannya dijaga, agar tidak terulang lagi pembusukan di area tubuh lainnya," kata dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan