Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Tiga Hari Pencarian, Jasad Bocah Tenggelam di Pantai Pengambengan Ditemukan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah tiga hari pencarian, korban tenggelam, Mohamad Bintang Rehaldi, bocah berusia 9 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal di Pantai Pengambengan.
Siswa SD kelas 2 tersebut ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut dengan jarak sekitar 4 km sebelah barat dari TKP.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan menuturkan, bocah SD asal Pengambengan tersebut ditemukan oleh nelayan asal Baluk Rening yang sedang melaut sekitar pukul 08.05 WITA. Saat itu, saksi melihat ada sesosok jenazah yang mengapung dengan kondisi telungkup.
"Ketika ditemukan, nelayan tersbeut menginformasikan ke istrinya di rumah untuk selanjutnya diinformasikan ke Pos Pol Air," ungkap Dewa Hendri Minggu (03/09/2023)
Dewa Hendri menambahkan, informasi tersebut diterima, kebetulan Tim SAR Gabungan dari TNI, Polri dan Basarnas sedang melakukan pencarian dengan menyisir ke sebelah timur TKP. Sehingga, SAR langsung bergegas menuju sebelah barat atau lokasi penemuan.
"Kita langsung bergegas ketika menemukan informasi untuk melakukan evakuasi. Jarak ditemukan sekitar 2 nauticalmile dari TKP," jelasnya.
Setelah berhasil dievakuasi, kata dia, jenazah bocah berusia 9 tahun tersebut kemudian dibawa ke darat untuk proses identifikasi. Keluarga juga mengonfirmasi bahwa jenazah itu adalah korban kecelakaan tenggelam saat berenang di Pantai Pengambengan bersama dengan kakeknya.
"Pihak keluarga telah melakukan verifikasi dan memastikan kebenaran informasi tersebut. Saat ini, jenazah telah diteruskan ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun