Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Putin Menyambut Erdogan di Sochi, Pamer Serangan Balik Ukraina Gagal
beritabali.com/cnnindonesia.com/Putin Menyambut Erdogan di Sochi, Pamer Serangan Balik Ukraina Gagal
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Vladimir Putin mengatakan serangan balik Ukraina gagal saat bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sochi, Rusia, pada Senin (4/9).
Komentar Putin merespons pertanyaan jurnalis soal sejumlah pihak termasuk Barat yang menyatakan serangan balik Ukraina terhenti.
"Mengenai penghentian serangan balasan [pasukan Ukraina], ini bukan penghentian, ini kegagalan. Setidaknya, itu yang terjadi hari ini," kata Putin saat konferensi pers bersama Erdogan, dikutip TASS.
Ia kemudian berujar, "Kita lihat saja apa yang terjadi selanjutnya. Saya berharap akan terus seperti ini."
Kementerian Pertahanan Rusia juga sebelumnya melaporkan serangan balik Ukraina gagal. Menurut mereka, dalam sepekan, Ukraina kehilangan 5.600 personel.
Selain itu, Kemenhan Rusia mencatat sejak 4 Juni, Ukraina gagal melakukan serangan balik.
Mereka juga melaporkan dalam dua bulan terakhir, Ukraina kehilangan lebih dari 43.000 tentara dan sekitar 5.000 unit peralatan militer termasuk pesawat serta tank.
Dalam konferensi pers itu, Putin juga menegaskan Rusia tak pernah menolak negosiasi untuk menyelesaikan krisis di Ukraina.
"Saya ingin menekankan bahwa Rusia tak pernah menolak negosiasi. Kami juga tak menolak kali ini," kata Putin merespons pertanyaan wartawan, dikutip situs resmi Kremlin.
Putin lalu mengatakan persoalan negosiasi damai juga menjadi topik pembicaraan dirinya dan Erdogan.
Erdogan bertemu Putin di Sochi, Rusia pada Senin. Kunjungan ini bertujuan untuk membujuk Negeri Beruang Merah kembali bergabung dengan perjanjian gandum Laut Hitam.
Pada Juli lalu, Rusia memutuskan keluar dari perjanjian gandum yang ditengahi Turki dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022.
Putin membeberkan alasan Rusia keluar dari kesepakatan tersebut.
"Rusia terpaksa [mengambil keputusan ini] karena negara-negara Barat telah menghalangi pemenuhan kesepakatan gandum yang menjamin akses produk pertanian Rusia ke pasar global," kata dia.
Barat, lanjut dia, menolak untuk mencabut sanksi ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia, menolak untuk melanjutkan pengiriman mesin pertanian dan suku cadang ke Rusia.
Putin juga mengatakan Barat menolak untuk mencabut hambatan logistik dan penyewaan kapal, serta layanan perbankan dan asuransi untuk pengiriman gandum.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan