Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Menghidupkan Warisan Masa Lalu Legasi Sastra di Singaraja
Singaraja Literary Festival
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kadek Sonia Piscayanti dan Made Adnyana Ole dari Yayasan Mahima Indonesia (YMI) menginisiasi Singaraja Literary Festival yang merupakan satu agenda festival baru di Buleleng.
Tujuan dari festival sastra adalah untuk menghidupkan, mendiskusikan, mementaskan, dan mengalih wahanakan kembali legasi bidang sastra dan intelektualisme masa lalu yang dimiliki Singaraja.
Mengambil tema Gedong Kirtya sebagai pusat intelektualisme bangsa, festival ini memiliki visi mengajak pendidik, peneliti, mahasiswa, dan pelajar untuk mengapresiasi dan merayakan kembali kekayaan di bidang kesusastraan dalam berbagai bentuk alih wahana karya yang bersumber dari lontar di Gedong Kirtya.
“Upaya ini juga selaras dengan tujuan aktivasi ruang publik Gedong Kirtya dan kawasannya sehingga dapat diakses oleh siapapun yang ingin hadir dan menyaksikan festival,” ungkap Sonia Piscayanti didampingi Adnyana Ole, Kamis 21 September 2023 di Warung Kopi De Kakiang.
Menurut Sonia, festival ini mengambil nafas sastra karena itulah penggerak kebudayaan di masa lampau yang menggerakkan masa kini dan nanti. Festival sebagai sebuah jembatan untuk menghidupkan ingatan soal kehidupan di masa lalu, sebagai sebuah cermin refleksi di masa kini.
Ada kurang lebih 30 program di dalam festival terdiri dari lomba, workshop, kuliah umum, diskusi publik, bedah buku, pameran, akustik musik, teater dan tari, serta pertunjukan naratif dalang dan kolaborasi lintas komunitas.
Adapun beberapa program di antaranya lomba baca puisi se-Bali, kuliah umum dari Sugi Lanus soal Gedong Kirtya dan kontribusinya dalam membangun kebudayaan, bedah buku kumpulan cerita pendek Singaraja, musik tribute kepada seniman Gde Dharna, pertunjukan wayang berdasar cerita lontar, dramatic reading Mlancaran ka Sasak, dan banyak jenis workshop seperti workshop untuk guru, workshop untuk penulis pemula, workshop teater dan tari berdasarkan cerita dari lontar.
Sasaran kegiatan ini adalah pelajar, mahasiswa, pencinta seni budaya, kritikus, akademisi, peneliti, penerjemah, dan para pakar sejarah sebagai upaya membangkitkan seni sastra dan menarik minat anak muda di Kabupaten Buleleng.
Menurut rencana, Singaraja Literary Festival akan berlangsung mulai 29 September hingga 1 Oktober 2023 di Kawasan Gedong Kirtya Buleleng dan didukung oleh komunitas kreatif di Bali Utara seperti Komunitas Mahima, Tatkala, Singaraja Menonton, Omah Laras, Rumah Belajar Bali, Kopi de Kakiang, Irama Utara, Hulutara, Rumah Belajar Gebang, Rumah Usaha Cerik, dan beberapa komunitas pesepeda, pengarsip musik, dan penggerak literasi.
Acara ini juga didukung oleh beberapa brand lokal Buleleng seperti Kopi Banyuatis, Pagi Motley, Kedai Panji, Pia Cinta, Ratu Bali, Warung Pudak, dan bantuan pribadi dari sejumlah tokoh yang memiliki perhatian terhadap sastra dan kekayaan intelektual di Bali.
Para narasumber dalam festival ini di antaranya Sugi Lanus yang bicara soal kontribusi Gedong Kirtya dalam perjalanan sejarah bangsa, Ni Wayan Giri Adnyani selaku Sekretaris Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan bicara soal Sastra dan Pariwisata, Marlowe Bandem akan bicara soal arsip dan pengetahuan budaya, Devi Asmarani akan bicara soal perubahan sosial di Bali dari kacamata jurnalis, Anne-Lot ahli sejarah Bali asal Belanda akan bicara soal AA Panji Tisna dan pengaruhnya.
Ada juga penulis muda Juli Sastrawan, Wayan Sumahardika, Wulan Dewi Saraswati, Desi Nurani yang akan bicara soal sastra dalam konteks masa kini. Dan juga ada Esha Tegar Putra, Made Sujaya, Ari Dwijayanthi, Carma Citrawati, dan masih banyak lainnya dengan beragam program menarik. Acara ini juga didukung oleh Ubud Writers and Readers Festival yang menghadirkan penulis Andre Syahreza, Henry Manampiring, dan Gde Aryantha Soethama.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan