Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Bali Waspadai Wisatawan India Bergejala Virus Nipah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali mewaspadai wisatawan India yang memiliki gejala virus Nipah.
“Yang merebak India, nah tentu tiap masyarakat yang pernah berkunjung ke sana atau orang India yang banyak sekarang berkunjung ke Bali ada keluhan seperti itu perlu kita curigai, kita ambil pemeriksaan darahnya dan melakukan PE (penyelidikan epidemiologi),” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bali I Wayan Widiadi di Denpasar, Jumat, 29 September 2023.
Widia menjelaskan virus Nipah tak kasat mata, gejalanya seperti infeksi pada umumnya, sehingga harus diperiksa melalui laboratorium dengan juga mempertimbangkan riwayat perjalanannya.
Diketahui bahwa penyakit zoonosis yang ditularkan dari kelelawar buah itu sekarang sedang merebak di India, sementara dari data Dispar Bali sejak Januari hingga Agustus 2023 wisatawan mancanegara kedua terbanyak datang ke Pulau Dewata adalah India dengan total 288.873 kunjungan.
Untuk mengantisipasi munculnya virus Nipah, Dinkes Bali telah berkoordinasi dengan kantor kesehatan pelabuhan (KKP) agar memeriksa setiap orang dengan gejala virus tersebut yaitu selain memiliki catatan perjalanan juga diikuti demam dan ruam.
“Kita tidak bisa juga (tebang pilih saat memeriksa) kita harus antisipasi, kita punya pengawasan di pintu masuk, tentu di uji laboratorium lah,” ujarnya.
Hingga saat ini belum ada gejala yang ditemukan pihaknya. Namun Dinkes Bali tetap menjemput bola dengan melakukan pengamatan surveilans sesuai arahan Kementerian Kesehatan.
Terhadap masyarakat, apabila merasa sakit demam sesuai gejala diminta tak perlu panik dan segera datang ke fasilitas kesehatan, pun juga tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta memakai masker jika diperlukan.
Sementara apabila masyarakat terutama pekerja pariwisata melihat seseorang dengan gejala virus tersebut diminta segera mengarahkan ke klinik milik akomodasi penginapan agar segera ditindaklanjuti.
“Masing-masing hotel ada klinik jadi kalau melihat yang seperti itu jangan sembarangan, biar petugas kesehatan yang menangani, biar tidak panik masyarakat apalagi kita baru bangkit. Sama-sama kita menjaga dengan tetap taati kesehatan,” kata Widia.
Lebih jauh, Kepala Dinas Kesehatan Bali I Nyoman Gede Anom menambahkan virus ini selain menular dari hewan ke manusia juga menular dari manusia ke manusia.
“Cara penularan dapat melalui kontak dengan urin, air liur, spesimen atau makan yang terkontaminasi. Kelelawar buah dan babi diketahui telah terbukti memberikan wabah Virus Nipah di Malaysia dan Singapura,” kata Anom. (sumber: medcom.id)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5997 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4679 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2658 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2319 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan