Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Forum Peduli AIDS Bali Gagas Inovasi Penanganan HIV Tingkat Desa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam upaya mempercepat penyelesaian masalah HIV di Bali dan khususnya di Kota Denpasar, Forum Peduli AIDS (FPA) Bali mengusulkan inovasi program HIV di tingkat desa.
Yakni, dengan mempertajam sasaran pada penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap Orang yang hidup dengan HIV (ODHIV).
“Juga dengan pemberian dukungan dan layanan kepada mereka melalui pendekatan keluarga,” jelas Made Efo Sumiartha dalam diskusi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kota Denpasar, I Wayan Budha, Selasa,(17/10/2023).
Efo menegaskan, inovasi itu untuk memastikan bahwa ODHIV dapat diterima oleh keluarganya dan mendapatkan dukungan untuk menjalani pengobatan secara rutin. Sementara itu, aparat desa bisa memberikan bantuan sosial, khususnya pada ODHIV yang mengalami kesulitan ekonomi.
“Selain itu, keluarga akan mendapat pelatihan untuk menangani situasi kedaruratan yang terkait dengan ODHIV,” katanya.
Adanya dukungan dari pihak desa itu memelukan kesiapan dari aparat desa untuk memastikan agar tak terjadi stigma dan diskriminasi. Di pihak lain, kalangan ODHIV juga harus bersedia membuka diri mengenai statusnya. Soal tingkat kerahasiaan, kata Efo, bisa disepakati antara antara pihak desa dengan ODHIV.
Menanggapi usulan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kota Denpasar, I Wayan Budha menyatakan dukungannya. Dia bahkan menyebut, penanganan HIV di tingkat desa sudah menjadi perintah dari Permendes yang mengatur dana desa.
Yang jadi masalah selama ini, kata dia, karena kurangnya pemahaman para kepala desa, maka program lebih banyak ditujukan untuk sosialisasi pencegahan HIV.
“Kalau ada hal yang baru sebenarnya sangat diharapkan. Namun harus detail hingga masalah Rancangan Anggaran Belanjanya,” kata dia.
Dia berharap, pihak FPA bersedia untuk terjun langsung dan berdiskusi dengan para kepala desa untuk mencari kemungkinan penerapan gagasan itu.
“Tentunya harus ada data yang jelas juga, termasuk mengenai keberadaan ODHIV di desa itu,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4619 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2423 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2078 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1678 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1120 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun