Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Gempa M 6,4 di Nepal, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam gempa magnitudo 6,4 di Jajarkot, Nepal.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan tidak ada WNI yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Tak ada pula warga negara Indonesia yang terdata sebagai korban gempa di sana.
"KBRI Dhaka telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan dilaporkan tidak ada korban WNI hingga saat ini," kata Judha melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/11).
Meski demikian, KBRI Dhaka tak menghentikan pengawasan. Mereka tetap berkomunikasi dengan Konsul Kehormatan RI di Kathmandu untuk memantau kondisi.
KBRI Dhaka juga menjalin komunikasi dengan komunitas warga Indonesia di Nepal. Mereka ingin memastikan semua WNI di Nepal tak menjadi korban gempa.
"Dan memberikan imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan jika terdapat gempa susulan," ujarnya.
Sebelumnya, gempa magnitudo 6,4 terjadi di Nepal, Jumat (3/11). Korban jiwa mencapai 154 orang hingga saat ini.
Juru Bicara Kepolisian Provinsi Karnali Gopal Chandra Bhattara mengatakan pasukan keamanan telah dikerahkan.
"Beberapa jalan telah diblokir oleh kerusakan, tetapi kami mencoba untuk mencapai daerah tersebut melalui rute alternatif," kata Bhattarai kepada AFP, Sabtu (4/11).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 736 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan