Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Anggota Parlemen Irlandia Cap Israel Teroris dan Apartheid
BERITABALI.COM, DUNIA.
Anggota parlemen Irlandia Richard Boyd Barret memberi cap Israel sebagai teroris dan apartheid.
Anggota parlemen dari partai People Before Profit itu mengatakan Israel adalah "negara kolonial pemukim apartheid" dan dibangun atas dasar "pembersihan etnis".
"Poin penting mengenai Israel adalah, sebagai sebuah negara sejak 1948, [negara ini] dibangun atas dasar pembersihan etnis, atas dasar terorisme terhadap rakyat Palestina, atas pendudukan ilegal atas wilayah Palestina, atas pencurian terus-menerus atas tanah Palestina, pembersihan rakyat Palestina dari rumah dan desa mereka," kata Barrett seperti dilaporkan Anadolu.
Apartheid merupakan aturan atau sistem yang pernah berlaku di Afrika Selatan di mana ada segregasi atau diskriminasi atas dasar ras.
Dia menambahkan aksi serangan Israel di Jalur Gaza adalah sebuah "genosida" yang dipenuhi "kejahatan perang" dan "kejahatan terhadap kemanusiaan".
Hingga kini serangan Israel telah menewaskan lebih dari 11.300 warga Palestina. Korban termasuk lebih dari 7.700 perempuan dan anak-anak.
Berbagai fasilitas umum rusak seperti, rumah sakit, masjid, gereja, hancur akibat serangan udara dan darat yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Sementara itu, korban juga berjatuhan di Israel sebanyak hampir 1.200 orang.
"Sulit untuk melihat kematian dan kehancuran, pembantaian yang dilakukan Israel terhadap seluruh penduduk Gaza. Ini adalah kejahatan perang. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Ini adalah genosida. Ini adalah pembersihan etnis," kata Barrett.
Sementara itu, para pemimpin Barat memihak Israel. Namun Barrett berpendapat mereka sebenarnya tahu kalau Israel telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Meski mereka tahu, lanjut dia, mereka memilih memberikan impunitas pada Israel karena hal itu menguntungkan Barat.
"Joe Biden memperjelas hal ini dalam komentarnya beberapa tahun lalu di mana dia berkata, 'Jika Israel tidak ada, Amerika Serikat akan menciptakannya.' Ini adalah hubungan yang sebenarnya. Negara-negara Barat menggunakan kekerasan Israel untuk menundukkan rakyat Palestina dan mengendalikan wilayah ini, dan kita harus menyerukan hal ini," jelasnya.
Di sisi lain, Barrett memuji gerakan massal pro-Palestina di seluruh dunia. Menurutnya, masyarakat harus terus mendesak pemerintah untuk "menuntut pengusiran duta besar Israel" dan penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Belajar dari pengalaman apartheid di Afrika Selatan, Aljazair yang membebaskan diri dari kolonialisme dan Irlandia yang sebagian besar bebas dari kolonial Inggris, dia yakin Palestina juga bisa bebas.
"Hal ini bisa dilakukan, tapi setiap orang di dunia yang percaya pada kesusilaan dan keadilan perlu berdiri bersama rakyat Palestina di masa-masa sulit ini," kata Barrett.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan