Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Semarak Natal di Saudi, Dekorasi di Mal Hingga Sajian Kopi Kue Jahe
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sejumlah warga asing yang tinggal di Arab Saudi berbagi pengalaman mereka merayakan Natal 2023 di negara penjaga Dua Masjid Suci ini.
Warga asal Inggris Liam Stump mengatakan bahwa merayakan Natal di Saudi merupakan pengalaman yang sangat berharga.
Mal-mal dan ruang publik di Saudi memasang dekorasi Natal. Menurut dia, kondisi ini merupakan bukti lanskap budaya yang terus berkembang.
"Menemukan dekorasi Natal dengan begitu mudah dan menikmati kopi seperti gingerbread latte membawa sedikit semangat liburan," ujar Stump, dikutip Arab News, Jumat (22/12).
Media Saudi lain, Saudi Gazette, menggambarkan semangat Natal di Jeddah lebih intim dan menyentuh hati yang ditandai dengan pertemuan serta dekorasi pribadi di kediaman mereka.
Para ekspatriat di Saudi menciptakan keceriaan di dalam rumah mereka, sering kali dengan pohon Natal berukuran kecil, lampu, hingga dekorasi tradisional.
"Pertemuan kecil kami penuh kehangatan dan kegembiraan. Ini tentang membawa sebagian tradisi ke dalam rumah kami di Jeddah," ujar seorang ekspatriat asal Filipina, Maria.
Di Riyadh, jumlah pertemuan para ekspatriat yang merayakan Natal juga meningkat.
Pertemuan tersebut ditandai dengan makan malam yang menyajikan beragam hidangan internasional.
"Natal di sini adalah bunga rampai budaya. Sangat menarik melihat bagaimana setiap hidangan menceritakan kisah dari latar belakang berbeda," kata salah satu warga asal Amerika Serikat John.
Industri perhotelan di Arab Saudi juga merayakan semangat Natal dengan menawarkan menu liburan khusus.
Di tahun-tahun sebelumnya warga yang ingin merayakan Natal di Saudi harus sembunyi-sembunyi.
Namun, sejak Mohammed bin Salman (MbS) menjadi putra mahkota, Natal di negara kelahiran Islam tak lagi tabu. Ia melakukan sederet gebrakan, termasuk merevisi aturan agama, sesuai Visi 2030.
Dalam Visi 2030, MbS mengizinkan perayaan agama hingga festival musik. Pengamat menilai, berdasarkan visi tersebut Saudi memang melonggarkan norma dan budaya demi ekonomi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan