Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pejabat Kemhan Ukraina Ditangkap, Diduga Gelapkan Dana Hingga Rp618 M
beritabali.com/cnnindonesia.com/Pejabat Kemhan Ukraina Ditangkap, Diduga Gelapkan Dana Hingga Rp618 M
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pihak berwenang Ukraina menangkap pejabat senior Kementerian Pertahanan dengan tuduhan penggelapan dana 1,5 miliar hryvnia atau sekitar Rp618 miliar.
Jika terbukti bersalah pejabat itu akan menghadapi hukuman hingga 15 tahun penjara.
Lembaga intelijen, Dinas Keamanan Ukraina (SBU), menyatakan pejabat itu menandatangani perjanjian dengan perusahaan ekspor khusus untuk membeli artileri dalam jumlah besar pada Desember 2022.
Namun, kontrak pasokan yang lebih menguntungkan kemudian ditandatangani dengan produsen yang sama, kontrak yang tidak melibatkan perantara.
SBU menyatakan secara signifikan hal tersebut mempersingkat waktu pengiriman dan mengurangi biaya produksi, demikian dikutip CNN, Sabtu (23/12).
Menurut SBU, pejabat pertahanan itu memperpanjang kontrak awal yang lebih mahal. Mereka juga menyatakan dana sebesar 1,5 miliar hryvnia Ukraina ditransfer ke rekening perusahaan perantara asing yang terafiliasi.
Unit ini juga telah menemukan dokumen yang mengonfirmasi aktivitas ilegal berkaitan dengan kontrak tersebut.
Sementara itu Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan berusaha mengambil tindakan dengan memulihkan dana.
Kepala Departemen Pers dan Informasi Kementerian Pertahanan Ukraina, Illarion Pavliuk, mengatakan kontrak tersebut merupakan kontrak yang pembayarannya dilakukan, tetapi belum ada pengiriman.
Dengan demikian, Kemhan meminta pengacara mempertimbangkan opsi untuk mengakhiri kontrak dan memulihkan dana.
Selain menghadapi invasi Rusia, Ukraina juga tengah berjuang memberantas korupsi.
Pada September lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memecat Menteri Pertahanan, Oleksii Reznikov, dengan alasan perlu "pendekatan baru" di tengah sejumlah skandal korupsi yang melibatkan Kemenhan.
Sebagai gantinya, Zelensky menunjuk eks anggota DPR Ukraina, Rustem Umerov.
Satu bulan usai pemecatan itu, CNN melaporkan Amerika Serikat kian mendesak Ukraina untuk berbuat lebih banyak dalam memerangi korupsi di pemerintahan.
Para pejabat mengatakan Gedung Putih telah mengeluarkan beberapa pemberitahuan ke Kyiv yang mengindikasikan bantuan ekonomi tertentu dari AS akan dikaitkan dengan kemajuan Ukraina dalam mereformasi lembaga-lembaganya.
Masalah korupsi juga jadi lebih mendesak setelah Uni Eropa setuju membuka pembicaraan keanggotaan dengan Ukraina.(Lsumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan