Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pejabat Kemhan Ukraina Ditangkap, Diduga Gelapkan Dana Hingga Rp618 M
beritabali.com/cnnindonesia.com/Pejabat Kemhan Ukraina Ditangkap, Diduga Gelapkan Dana Hingga Rp618 M
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pihak berwenang Ukraina menangkap pejabat senior Kementerian Pertahanan dengan tuduhan penggelapan dana 1,5 miliar hryvnia atau sekitar Rp618 miliar.
Jika terbukti bersalah pejabat itu akan menghadapi hukuman hingga 15 tahun penjara.
Lembaga intelijen, Dinas Keamanan Ukraina (SBU), menyatakan pejabat itu menandatangani perjanjian dengan perusahaan ekspor khusus untuk membeli artileri dalam jumlah besar pada Desember 2022.
Namun, kontrak pasokan yang lebih menguntungkan kemudian ditandatangani dengan produsen yang sama, kontrak yang tidak melibatkan perantara.
SBU menyatakan secara signifikan hal tersebut mempersingkat waktu pengiriman dan mengurangi biaya produksi, demikian dikutip CNN, Sabtu (23/12).
Menurut SBU, pejabat pertahanan itu memperpanjang kontrak awal yang lebih mahal. Mereka juga menyatakan dana sebesar 1,5 miliar hryvnia Ukraina ditransfer ke rekening perusahaan perantara asing yang terafiliasi.
Unit ini juga telah menemukan dokumen yang mengonfirmasi aktivitas ilegal berkaitan dengan kontrak tersebut.
Sementara itu Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan berusaha mengambil tindakan dengan memulihkan dana.
Kepala Departemen Pers dan Informasi Kementerian Pertahanan Ukraina, Illarion Pavliuk, mengatakan kontrak tersebut merupakan kontrak yang pembayarannya dilakukan, tetapi belum ada pengiriman.
Dengan demikian, Kemhan meminta pengacara mempertimbangkan opsi untuk mengakhiri kontrak dan memulihkan dana.
Selain menghadapi invasi Rusia, Ukraina juga tengah berjuang memberantas korupsi.
Pada September lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memecat Menteri Pertahanan, Oleksii Reznikov, dengan alasan perlu "pendekatan baru" di tengah sejumlah skandal korupsi yang melibatkan Kemenhan.
Sebagai gantinya, Zelensky menunjuk eks anggota DPR Ukraina, Rustem Umerov.
Satu bulan usai pemecatan itu, CNN melaporkan Amerika Serikat kian mendesak Ukraina untuk berbuat lebih banyak dalam memerangi korupsi di pemerintahan.
Para pejabat mengatakan Gedung Putih telah mengeluarkan beberapa pemberitahuan ke Kyiv yang mengindikasikan bantuan ekonomi tertentu dari AS akan dikaitkan dengan kemajuan Ukraina dalam mereformasi lembaga-lembaganya.
Masalah korupsi juga jadi lebih mendesak setelah Uni Eropa setuju membuka pembicaraan keanggotaan dengan Ukraina.(Lsumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2318 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun