Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Australia Ikut-ikutan Siaga Personel 'Keroyok' Houthi di Yaman
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Australia ikut memberikan dukungan personel kepada Amerika Serikat dan Inggris, dalam serangan terhadap sasaran militer Houthi di Yaman.
Menteri Pertahanan Australia Rihard Marles mengatakan dukungan Australia diberikan dalam bentuk personel di kantor pusat operasional.
Dukungan Australia ini mencakup personel pertahanan dalam peran non-operasional.
"Australia akan terus mendukung tindakan apa pun yang menegaskan tatanan berbasis aturan global," kata Marles, dikutip Reuters.
Dilansir The Guardian, Australia disebut tidak memiliki kapal di Timur Tengah. Negara ini memiliki 16 personel yang dikerahkan sebagai bagian dari kekuatan maritim multinasional yang berbasis di Bahrain.
Awal bulan ini, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengeluarkan pernyataan bersama dengan AS, Inggris, dan sekutu lainnya "memperingatkan Houthi agar tidak melakukan serangan lebih lanjut".
"Serangan Houthi yang sedang berlangsung di Laut Merah adalah tindakan ilegal, tidak dapat diterima, dan sangat mengganggu stabilitas," demikian pernyataan bersama para pemimpin.
Pada pertengahan Desember 2023, Menhan Marles mengatakan Australia tidak akan mengirim kapal atau pesawat ke Laut Merah, demikian dikutip The Guardian.
4 negara "keroyok" milisi Houthi
Pada Jumat (12/1) dini hari, Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah kota di Yaman yang dikuasai milisi Houthi
Serangan dilancarkan AS dan Inggris sebagai balasan atas sabotase hingga pembajakan kapal komersial terkait Israel oleh milisi Houthi di Laut Merah belakangan ini. Ledakan pun terdengar di sejumlah kota di Yaman, tak lama setelah serangan AS-Inggris diluncurkan.
Presiden Joe Biden mengonfirmasi serangan AS-Inggris ke Yaman tersebut.
"Ini adalah respons langsung atas serangan-serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersial internasional di Laut Merah," ucap Biden melalui pernyataan Gedung Putih pada Kamis (11/1) sore waktu setempat seperti dikutip CNN.
Serangan AS-Inggris ini memicu pengerahan kapal perang hingga kapal selam kedua negara ke Laut Merah.
Pejabat Kementerian Pertahanan AS memaparkan serangan AS-Inggris ke Yaman ini juga didukung dan dibantu oleh Kanada, Belanda, hingga Bahrain dan tetangga Indonesia, Australia.
Serangan AS dan Inggris ini menandai eskalasi baru perang Hamas vs Israel sejak 7 Oktober lalu yang meluas.
Sejak Israel menggempur Hamas di Gaza, Houthi ikut-ikutan melancarkan serangkaian serangan ke negara Zionis itu.
Belakangan, Houthi meningkatkan serangan mereka ke Israel dengan mulai menyerang dan membajak kapal-kapal komersial terkait Israel yang melewati Laut Merah. Houthi mengatakan serangan itu ditujukan demi membela Palestina yang masih digempur secara brutal oleh Israel.
Serangan AS dan Inggris ke Yaman juga dilakukan sehari usai Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) meloloskan resolusi yang menyerukan milisi Houthi menyetop serangan ke kapal-kapal di rute perdagangan Laut Merah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan