Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Saudi Tolak Normalisasi dengan Israel Sebelum Palestina Merdeka
BERITABALI.COM, DUNIA.
Arab Saudi menegaskan tidak akan melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel di tengah genosida Negara Zionis di Gaza.
Saudi juga menegaskan hanya akan mempertimbangkan normalisasi dengan Israel, jika perang di Gaza dihentikan dan negara Palestina merdeka terbentuk.
"Kerajaan Saudi telah mengomunikasikan posisi tegasnya kepada pemerintah Amerika Serikat, bahwa tidak akan ada hubungan diplomatik dengan Israel, kecuali negara Palestina merdeka diakui dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi pada Rabu (7/2).
Saudi menyerukan agresi Israel di Gaza harus dihentikan dan semua pasukan Israel harus mundur dari wilayah yang terkepung, demikian dilansir New Arab.
Pernyataan terbaru Saudi usai kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke beberapa negara Timur Tengah, untuk membahas kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Pernyataan ini sekaligus membantah pernyataan juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby sehari sebelumnya, bahwa pembicaraan mengenai normalisasi Saudi-Israel "sedang berlangsung".
Kirby sebelumnya mengklaim Washington sudah menerima tanggapan positif kedua belah pihak, bahwa Israel-Saudi sedang melakukan hal yang sama dan bersedia untuk terus berdiskusi.
"Mengingat apa yang disampaikan oleh Juru Bicara Keamanan Nasional AS, Kemlu [Saudi] menegaskan bahwa posisi Kerajaan Arab Saudi selalu teguh dalam masalah Palestina dan pentingnya rakyat Palestina mendapat hak mereka yang sah," demikian keterangan Kemlu Saudi.
"Kerajaan mengulangi seruannya kepada anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang belum mengakui negara Palestina, untuk mempercepat pengakuan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sehingga rakyat Palestina dapat memperoleh hak-hak mereka yang sah dan agar tercapai perdamaian yang menyeluruh dan adil bagi semua," lanjut pernyataan tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan