Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Mesir Ancam Cabut Perjanjian Camp David, Israel Siaga Perang Lagi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang baru terancam pecah di Timur Tengah antara Israel dan Mesir usai Kairo mengancam bakal menangguhkan perjanjian Camp David.
Ancaman itu diutarakan Mesir jika Israel berani menggempur Kota Rafah, Palestina. Kota Rafah menjadi satu-satunya wilayah tersisa di Jalur Gaza yang menampung jutaan warga mengungsi imbas agresi brutal Tel Aviv sejak 7 Oktober lalu.
Sementara itu, Perjanjian Camp David sendiri merupakan kesepakatan damai antara Israel dan Mesir pada 1978 usai terlibat perang besar.
Dikutip Associated Press (AP), kesepakatan ini juga kemudian menjadi landasan kerangka perjanjian damai Israel dengan beberapa negara Arab di Timur Tengah.
Dua pejabat tinggi Mesir dan seorang diplomat ternama negara Barat yang mengetahui hal ini menyebut Kairo terpaksa membawa perjanjian Camp David usai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ngotot bakal mengerahkan tentara untuk membombardir Kota Rafah.
Sementara itu, stasiun televisi Hamas,Al-Aqsa,yang mengutip seorang pejabat Hamas yang tidak disebutkan namanya, menyebutkan bahwa invasi ke Rafah akan menghancurkan perundingan-perundingan yang dimediasi oleh Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar yang bertujuan mencapai gencatan senjata dan pembebasan sandera.
Netanyahu dalam wawancaranya dengan ABC News menyatakan warga sipil di Rafah dapat melarikan diri ke utara. Dia mengklaim ada banyak daerah yang telah dibersihkan pasukannya di sana.
Lebih lanjut, Netanyahu menuturkan Israel sedang mengembangkan rencana rinci untuk merelokasi mereka.
Gaza Utara telah luluh lantak akibat serangan membabi buta Israel, sementara pertempuran sengit dilaporkan masih terjadi di Gaza tengah dan Khan Younis di Gaza Selatan.
Selain Mesir, Qatar, Arab Saudi dan sejumlah negara lain juga telah memperingatkan dampak buruk jika Israel melancarkan serangan ke Rafah.
"Serangan Israel terhadap Rafah akan menyebabkan bencana kemanusiaan yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata dan ketegangan yang parah dengan Mesir," tulis kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell di X alias Twitter.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan