Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
AS Lihat Peluang Normalisasi Hubungan Israel dengan Negara Arab
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan ada "kesempatan luar biasa" bagi Israel untuk menormalisasi hubungan dengan negara-negara tetangganya di Arab, sambil menekankan perlunya pendirian negara Palestina.
Blinken mengatakan ada upaya sungguh-sungguh yang dipimpin negara-negara Arab untuk merevitalisasi Otoritas Palestina agar dapat lebih efektif dalam mewakili Palestina.
"Hampir setiap negara Arab saat ini benar-benar ingin mengintegrasikan Israel ke dalam kawasan ini untuk menormalkan hubungan, untuk memberikan komitmen dan jaminan keamanan sehingga Israel dapat merasa lebih aman," kata Blinken dalam sebuah diskusi panel pada Konferensi Keamanan Munich, Sabtu (17/2), mengutip Reuters.
"Dan ada juga, saya pikir keharusan, yang lebih mendesak dari sebelumnya, untuk melanjutkan ke negara Palestina yang juga menjamin keamanan Israel," tambahnya.
AS di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden berupaya mengamankan sebuah kesepakatan besar yang akan membuat hubungan antara Arab Saudi dan Israel menjadi normal kembali.
Kerajaan dan negara-negara Arab lainnya mengupayakan pembentukan negara Palestina sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
AS juga berupaya mencapai kesepakatan untuk mengamankan pembebasan para sandera Israel yang diculik oleh Hamas pada 7 Oktober, ketika kelompok tersebut menyeberangi perbatasan menuju Israel dan melancarkan salah satu serangan paling mematikan di negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
Kesepakatan pembebasan sandera dan jeda kemanusiaan dipandang sebagai hal yang berperan penting dalam membantu memajukan pembicaraan mengenai kesepakatan normalisasi antara Arab Saudi dan Israel.
Kesepakatan ini sempat terhenti setelah serangan tersebut, namun telah dilanjutkan kembali dalam beberapa bulan terakhir.
Para pejabat Amerika menilai pembicaraan mengenai struktur Gaza ketika perang berakhir, dan bagaimana Otoritas Palestina - yang menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di beberapa wilayah Tepi Barat yang diduduki - perlu direformasi agar dapat memerintah daerah kantong yang padat penduduknya itu serta mengidentifikasi jalan bagi negara Palestina adalah variabel-variabel yang ada di dalam persamaan yang sama.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan