Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
KPU: Petugas KPPS Tak Bisa Koreksi Kesalahan Data Pilpres di Sirekap
beritabali.com/cnnindonesia.com/KPU: Petugas KPPS Tak Bisa Koreksi Kesalahan Data Pilpres di Sirekap
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tidak dapat mengoreksi kesalahan data perolehan suara pemilihan presiden dan wakil presiden yang sudah diinput di Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).
Anggota KPU Betty Epsilon Idroos menyatakan kesalahan data di Sirekap hanya dapat dikoreksi oleh KPU di tingkat kabupaten/kota.
"Perolehan suara pilpres memang KPPS hanya dapat memberikan konfirmasi sesuatu atau tidak sesuai terhadap hasil pembacaan Sirekap. KPPS untuk presiden dan wakil presiden tidak dapat melakukan koreksi," kata Betty dalam konferensi pers di kantor KPU, Jakarta, Senin (19/2).
Betty menjelaskan KPU menggunakan teknologi Optical Mark Recognition (OMR) untuk pilpres. Setiap formulir C-Hasil yang diunggah akan langsung terbaca oleh server.
Kemudian, hasil berupa angka itu dikonversi menjadi diagram. Oleh sebab itu, koreksi bisa dilakukan dengan mengunggah formulir C-Hasil melalui Sirekap web di tingkat kabupaten/kota.
"Koreksi terhadap data yang tidak sesuai kalau terjadi ketidaksesuaian sistem dapat membacanya, dilakukan KPU kabupaten/kota melalui mekanisme Sirekap web. Ada penanda ketika KPPS menyatakan tidak sesuai, itu terbaca dan akan diperbaiki KPU kabupaten/kota melalui Sirekap web," jelasnya.
Sebelumnya, KPU mengakui ada kesalahan memasukkan data hasil pemilihan presiden atau pilpres 2024 dari sekitar 1.223 tempat pemungutan suara (TPS) ke Sirekap.
Menurut KPU, kesalahan input data ini terjadi pada surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden. KPU mengetahui hal itu setelah ada pemberitahuan dari sistem.
KPU pun menyatakan selalu menerjunkan petugas untuk memperbaiki data semisal ada laporan dari sistem.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan