Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Saudi Desak Reformasi DK PBB Usai Kecewa AS Veto Kembali Resolusi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Arab Saudi mendesak reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) buntut veto Amerika Serikat terhadap draf resolusi yang diajukan Aljazair.
Dalam keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri Saudi menyesalkan keputusan AS memveto rancangan Aljazair yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera di Jalur Gaza.
Saudi meminta DK PBB direformasi agar badan itu bisa benar-benar melaksanakan perannya sebagai penjaga perdamaian.
"Saat ini ada kebutuhan mendesak lebih dari sebelumnya untuk mereformasi Dewan Keamanan agar badan ini melaksanakan tanggung jawabnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional dengan kredibilitas dan tanpa standar ganda," demikian keterangan Kemlu Saudi, seperti dikutip Al Arabiya, Rabu (21/2).
Riyadh menyebut situasi keamanan di Gaza saat ini perlu perhatian mendesak karena terus memburuk, terutama di tengah ancaman serangan brutal Zionis di Rafah.
"Kerajaan memperingatkan situasi kemanusiaan yang memburuk di Jalur Gaza dan sekitarnya," bunyi keterangan Kemlu Saudi sambil memperingatkan bahwa eskalasi pertempuran cuma akan mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan.
"Eskalasi tidak akan mengarah kepada dialog dan solusi damai untuk masalah Palestina sesuai dengan resolusi internasional yang relevan," demikian keterangan Kemlu Saudi.
Pada Selasa (20/2), Dewan Keamanan PBB menggelar pemungutan suara mengenai draf resolusi gencatan senjata Gaza yang diajukan Aljazair.
Namun, AS selaku anggota tetap DK PBB menggunakan hak vetonya sehingga rancangan itu tidak lolos. Washington menilai draf tersebut omong kosong.
Untuk meloloskan suatu resolusi, draf harus disetujui oleh sembilan anggota DK PBB dan tidak diveto oleh satupun anggota tetap.
Draf Aljazair berisi tuntutan gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza sekaligus pembebasan tanpa syarat semua sandera yang hingga kini masih ditawan.
Meski memveto draf Aljazair, AS sebetulnya juga mengajukan rancangan resolusi untuk diadopsi DK PBB. Draf itu menyerukan gencatan senjata sementara guna membebaskan sandera yang ditahan Hamas.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan