Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kronologi Menegangkan Evakuasi 20 ABK WNI Usai Kapal Hanyut di Jepang
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kronologi Menegangkan Evakuasi 20 ABK WNI Usai Kapal Hanyut di Jepang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kapal penangkap ikan tuna yang mengangkut 20 anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia (WNI), Fukuei Maru nomor 8, kandas di perairan Jepang pada awal Maret lalu.
Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Kagoshima menuju Amerika Selatan untuk memancing tuna.
Fukuei Maru No.8 membawa total kru 25 orang. Mereka yakni satu kapten, dua orang petugas, dan 22 anak buah kapal (ABK). Dari jumlah ini 20 orang di antaranya warga negara Indonesia (WNI).
Sebelum kandas, penjaga pantai Jepang mengatakan kapal tersebut sempat terhenti karena kerusakan mesin pada Minggu (3/3) malam di Samudra Pasifik.
Kapal itu kemudian hanyut dan keadaan makin tak terkendali saat terdampak angin kencang, demikian dikutip Associated Press.
Kapten kapal lalu mengirim sinyal bahaya sekitar lima jam kemudian.
Lebih lanjut, coast guard Jepang menyatakan sang kapten mengaku kapal yang dikendalikan menabrak batu karang.
Coast guard Jepang bergegas mengirim tim penyelamat, tiga kapal patroli, dan tiga helikopter.
Koran Jepang, Asahi Shimbun, melaporkan helikopter penjaga pantai Jepang melihat 24 awak kapal tengah mati-matian berpegangan pada dek kapal yang setengah tenggelam dan miring saat menemukan mereka. Kapal tersebut dihantam gelombang tinggi saat evakuasi berlangsung.
Saat melakukan penyelamatan, setelah melalui proses pencarian, tim akhirnya menemukan satu petugas yang sempat dinyatakan hilang. Dia lalu dilarikan ke klinik terdekat.
Namun, nyawa petugas kapal itu tak tertolong. Menurut berbagai sumber dia adalah insinyur kapal berkewarganegaraan Jepang.
Respons Kemlu RI
Menanggapi kejadian itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Indonesia, Judha Nugraha, membeberkan kondisi para ABK.
"Seluruh WNI/ABK selamat dan telah dievakuasi menggunakan helikopter JCG Shimoda ke RS terdekat di Kozushima, Tokyo," ujar Judha dalam rilis resmi, Selasa (5/3).
Namun, Judha menerangkan terdapat satu WNI yang terluka dan kini masih dalam perawatan.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, lanjut dia, telah berkoordinasi dengan agensi pengirim ABK dan Japan Coast Guard di Shimoda.
Mereka akan terus berkoordinasi untuk langkah-langkah berikutnya.
"Sementara ini seluruh WNI akan diantarkan ke KBRI Tokyo pada tanggal 7 Maret untuk disiapkan dokumen perjalanan yang dibutuhkan," ungkap Judha.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan