Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sekeluarga Bunuh Diri di Jakut Sempat Mampir Makan Sebelum ke TKP
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Polisi menyebut satu keluarga yang tewas diduga bunuh diri di apartemen daerah Penjaringan, Jakarta Utara sempat minta untuk diantar ke tempat makan oleh sopir taksi online.
"Ya (sempat diantar ke tempat lain) sebelum ke apartemen itu kan dia sempat makan dulu," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Siagian kepada wartawan, Senin (18/3).
Hady mengungkapkan dari hasil penyelidikan, keluarga itu juga tak menunjukkan gelagat akan mengakhiri hidupnya saat diantar oleh taksi online tersebut.
Bahkan, Hady menuturkan percakapan antara keluarga tersebut dengan driver taksi online itu pun tak ada yang aneh dan wajar.
"(Percakapan soal) arah tujuan biasa, patokan map. Maksudnya enggak ada bahasa yang menunjukkan dia kalau mau bunuh diri gitu. Bahasanya cuma, antar saya ke sini, antar saya ke apartemen ini," ungkap Hady.
Satu keluarga yang terdiri dari empat orang ditemukan tewas karena diduga melakukan aksi bunuh diri di Apartemen Teluk Intan Tower Topaz, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (9/3). Keempatnya adalah pria berinisial EA (50), perempuan AIL, laki-laki JWA (13) dan perempuan JL (16).
Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya menyebut berdasarkan rekaman di CCTV, EA sempat mencium kening tiga anggota keluarganya itu sebelum terjun. Tak hanya itu, mereka juga lompat dari lantai 22 dengan kondisi tangan saling terikat.
"Para korban ini masuk dalam lift, terekam (dalam CCTV), ini EA mencium-cium kening dari ketiga orang lainnya. Setelah dicium-cium keningnya, AEL terlihat mengumpulkan handphone-handphone dari semuanya untuk naik ke atas," kata Agus, Senin (11/3).
Teranyar, polisi membeberkan bahwa keluarga tersebut sempat mempunyai bisnis kapal ikan. Namun, bisnis itu bangkrut saat pandemi Covid-19.
Baca juga:
Viral Xpander Seruduk Kafe di Surabaya
Selain itu, polisi juga menyebut dua anak yang ikut tewas dalam peristiwa itu sudah satu tahun tak bersekolah. Polisi masih mendalami alasan keduanya putus sekolah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan