Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Vladimir Putin Janji Buru dan Hukum Dalang Penembakan Moskow
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji menghukum semua pihak yang terlibat dalam penembakan massal di gedung konser yang menewaskan lebih dari 130 orang.
Diberitakan Reuters, Minggu (24/3), Putin menyebut, bukan hanya pelaku, dia bahkan akan mengejar dan menghukum dalang 'aksi teroris biadab' tersebut.
"Semua pelaku, penyelenggara, dan mereka yang memerintahkan kejahatan ini akan dihukum secara adil dan pasti. Siapa pun mereka, siapa pun yang membimbing mereka," kata Putin mengutip Reuters.
Putin menyebut pihaknya akan terus melakukan identifikasi dan mencari tahu siapa yang jadi dalang penembakan tersebut.
"Kami akan mengidentifikasi dan menghukum siapa pun yang berdiri di belakang teroris yang merencanakan kekejaman ini, serangan terhadap Rusia, terhadap rakyat kami," katanya.
Saat ini empat pria yang dicurigai pelaku penembakan di gedung konser dekat Moskow itu telah ditangkap Rusia. Kelompok militan Negara Islam (ISIS) juga mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi pada Jumat, waktu setempat itu.
Dalam pidato, Putin juga mengatakan sebanyak 11 orang telah ditahan, termasuk empat pria bersenjata yang ditangkap di perbatasan menuju Ukraina.
"Mereka mencoba bersembunyi dan bergerak menuju Ukraina. Di mana menurut data awal, sebuah 'jendela' telah disiapkan bagi mereka di sisi Ukraina untuk melintasi perbatasan negara," kata Putin.
Dinas keamanan FSB Rusia juga mengatakan para pria bersenjata yang dicurigai sebagai pelaku pembantaian massal itu memiliki kontak dengan Ukraina, dan telah ditangkap di perbatasan. Keempatnya juga telah ditahan dan akan dipindahkan ke Moskow.
ISIS sendiri disebut-sebut mempunyai motivasi yang kuat untuk menyerang Rusia, yang melakukan intervensi terhadap negara tersebut dalam perang saudara di Suriah pada 2015.
Selain itu, analis keamanan juga mengatakan klaim ISIS tampaknya masuk akal karena cocok dengan pola serangan di masa lalu.
Serangan yang terjadi pada Jumat waktu setempat di Balai Kota Crocus yang lokasinya ada di pinggiran utara Moskow itu setidaknya menewaskan 133 orang. Bukan hanya penembakan, pelaku bahkan membakar gedung tersebut.
ISIS memang telah mengklaim serangan tersebut sebagai ulah mereka, tapi pihak berwenang Rusia belum menanggapi hal ini.
Di sisi lain, Ukraina juga telah membantah keterkaitan dengan para pelaku dan insiden penembakan ini. Mengingat negara itu saat ini telah berperang melawan Rusia dan pelaku penembakan disebut-sebut hendak bertolak ke Ukraina saat ditangkap.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan