Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
3 Kelompok Orang dengan Penyakit Ini 'Haram' Melahap Makanan Bersantan
beritabali.com/cnnindonesia.com/3 Kelompok Orang dengan Penyakit Ini 'Haram' Melahap Makanan Bersantan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Santan dapat bermanfaat sebagai penambah rasa pada hidangan makanan.
Tapi perlu diperhatikan, ada beberapa pengidap penyakit yang tidak boleh makan santan.
Santan merupakan olahan yang berasal dari daging putih buah kelapa. Santan umumnya memiliki tekstur kental yang lembut.
Menurut Healthline, santan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Hal ini membuat makanan apa pun yang mengandung santan menjadi tinggi kalori.
Santan juga mengandung vitamin dan mineral. Namun, kandungan nutrisinya berbeda-beda pada setiap produk.
Nutrisi yang terkandung dalam santan juga berbeda-beda tergantung porsi yang disajikan.
Sekitar satu cangkir santan mentah mengandung nutrisi sebagai berikut :
- Kalori 552
- Air 162 g
- Protein 5,5 g
- Lemak 57,1 g
- Karbohidrat 13.3 g
- Kalsium 38,4 miligram (mg)
- Kalium 631 mg
- Magnesium 88,8 mg
- Zat besi 3,94 mg
- Vitamin C 6,72 mg
Penyakit yang tidak boleh makan santan
Dalam jumlah terbatas, santan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun dalam jumlah berlebih, santan bisa memicu masalah baru. Hal ini utamanya berlaku pada orang dengan kondisi medis tertentu.
Berikut beberapa penyakit yang tidak boleh makan santan, merangkum berbagai sumber.
1. GERD
Menurut WebMD, penyakit refluks gastroesofageal atau GERD merupakan gangguan pencernaan yang memengaruhi cincin otot atau katup antara kerongkongan dan perut.
Pada pengidap GERD, cairan lambung bisa dengan mudah kembali naik ke kerongkongan.
Selain makanan asam, pedas, dan berminyak, makanan dengan kandungan lemak yang tinggi juga bisa memicu GERD. Kandungan lemak yang tinggi seperti pada santan sulit dicerna oleh lambung.
2. Penyakit jantung
Mengutip berbagai sumber, konsumsi santan berlebih ditambah dengan pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit jantung. Santan sendiri dikenal kaya akan lemak jenuh.
Konsumsi lemak jenuh yang berlebihan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) di dalam tubuh.
Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat. Hal ini dapat menimbulkan penyakit jantung, serangan jantung, bahkan stroke.
3. Penyakit kolesterol
Mengutip berbagai sumber, santan yang diolah sampai mendidih dapat mengubah asam lemak menjadi lemak jenuh.
Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, sehingga berisiko menimbulkan penyumbatan.
Penyumbatan pembuluh darah ini dapat menimbulkan berbagai risiko penyakit berbahaya bagi tubuh.
Jadi, sangat penting untuk memperhatikan pola makan setiap hari. Terutama, bagi mereka yang hidup dengan penyakit yang tidak boleh makan santan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan