Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
3 Kelompok Orang dengan Penyakit Ini 'Haram' Melahap Makanan Bersantan
beritabali.com/cnnindonesia.com/3 Kelompok Orang dengan Penyakit Ini 'Haram' Melahap Makanan Bersantan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Santan dapat bermanfaat sebagai penambah rasa pada hidangan makanan.
Tapi perlu diperhatikan, ada beberapa pengidap penyakit yang tidak boleh makan santan.
Santan merupakan olahan yang berasal dari daging putih buah kelapa. Santan umumnya memiliki tekstur kental yang lembut.
Menurut Healthline, santan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Hal ini membuat makanan apa pun yang mengandung santan menjadi tinggi kalori.
Santan juga mengandung vitamin dan mineral. Namun, kandungan nutrisinya berbeda-beda pada setiap produk.
Nutrisi yang terkandung dalam santan juga berbeda-beda tergantung porsi yang disajikan.
Sekitar satu cangkir santan mentah mengandung nutrisi sebagai berikut :
- Kalori 552
- Air 162 g
- Protein 5,5 g
- Lemak 57,1 g
- Karbohidrat 13.3 g
- Kalsium 38,4 miligram (mg)
- Kalium 631 mg
- Magnesium 88,8 mg
- Zat besi 3,94 mg
- Vitamin C 6,72 mg
Penyakit yang tidak boleh makan santan
Dalam jumlah terbatas, santan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun dalam jumlah berlebih, santan bisa memicu masalah baru. Hal ini utamanya berlaku pada orang dengan kondisi medis tertentu.
Berikut beberapa penyakit yang tidak boleh makan santan, merangkum berbagai sumber.
1. GERD
Menurut WebMD, penyakit refluks gastroesofageal atau GERD merupakan gangguan pencernaan yang memengaruhi cincin otot atau katup antara kerongkongan dan perut.
Pada pengidap GERD, cairan lambung bisa dengan mudah kembali naik ke kerongkongan.
Selain makanan asam, pedas, dan berminyak, makanan dengan kandungan lemak yang tinggi juga bisa memicu GERD. Kandungan lemak yang tinggi seperti pada santan sulit dicerna oleh lambung.
2. Penyakit jantung
Mengutip berbagai sumber, konsumsi santan berlebih ditambah dengan pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit jantung. Santan sendiri dikenal kaya akan lemak jenuh.
Konsumsi lemak jenuh yang berlebihan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) di dalam tubuh.
Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat. Hal ini dapat menimbulkan penyakit jantung, serangan jantung, bahkan stroke.
3. Penyakit kolesterol
Mengutip berbagai sumber, santan yang diolah sampai mendidih dapat mengubah asam lemak menjadi lemak jenuh.
Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, sehingga berisiko menimbulkan penyumbatan.
Penyumbatan pembuluh darah ini dapat menimbulkan berbagai risiko penyakit berbahaya bagi tubuh.
Jadi, sangat penting untuk memperhatikan pola makan setiap hari. Terutama, bagi mereka yang hidup dengan penyakit yang tidak boleh makan santan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2338 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan