Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
30 Remaja Disabilitas Ikuti Upacara Metatah Massal Gratis
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebanyak 30 remaja penyandang disabilitas mengikuti ritual metatah (potong gigi) massal secara gratis. Metatah digelar di Taman Prakerti Bhuana, Gianyar, bekerjasama dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali.
Remaja yang metatah itu dari disabilitas fisik hingga tunagrahita. Ritual metatah bermakna menghilangkan sad ripu (6 sifat buruk manusia) saat mulai beranjak dewasa dalam agama Hindu).
Baca juga:
Ajik Krisna Rencana Buka Pabrik Pekerjakan 100 Persen Disabilitas, Mensos Risma Berkaca-kaca
Pemilik Taman Prakerti Buana, Ida Bagus Mangku Adi Supartha mengatakan, prosesi metatah khusus disabilitas ini, bermula dari beberapa permintaan orang tua yang memiliki anaknya berkebutuhan khusus.
"Metatah massal khusus penyandang disabilitas ini memang baru pertama kali digelar di TPB. Namun demikian, sejak berdiri TPB sudah sangat sering menggelar program massal, seperti bayuh oton, menek kelih, dan lain-lain secara cuma-cuma," ujarnya.
Dikatakan, program kali ini untuk membantu orang tua yang punya anak disabilitas terbentur biaya. "Metatah massal khusus penyandang disabilitas ini merupakan bagian dari pelayanan umat. Sebelumnya, kami telah menjalin komunikasi dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa tak ada yang lebih indah ketika bisa membantu yang memerlukan bantuan. "Tiap orang punya cerita masing-masing dalam hati antara sedih dan gembira," jelasnya.
Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Panitia Penyelengara, tim Sangging (pemotong gigi) dari TPB hingga Pemuput karya (sulinggih) maupun keluarga dan relawan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun