Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Penjelasan PDIP Soal Ganjar Tak Ingin Gabung di Pemerintahan Prabowo
beritabali.com/cnnindonesia.com/Penjelasan PDIP Soal Ganjar Tak Ingin Gabung di Pemerintahan Prabowo
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto menjelaskan maksud pernyataan eks capres Ganjar Pranowo yang akan berada di luar pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Menurut Hasto, pernyataan Ganjar hanya ingin menegaskan bahwa dia tak akan menjadi menteri di pemerintahan Prabowo. Hasto pun menyebut partainya menghormati pilihan tersebut.
"Yang dimaksud oleh Pak Ganjar bahwa beliau tidak akan bergabung untuk menjadi salah satu menteri dalam jajaran yang akan datang. Tentu sikapnya kita hormati," kata Hasto usai menghadiri acara halalbihalal Barikade '98 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/5).
Secara kepartaian, ucap Hasto, arah PDIP baru akan dibahas dalam Rakernas V pada bulan ini. Dia menyebut arah PDIP untuk berada di dalam atau di luar sepenuhnya menjadi kewenangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Sikap politik PDIP apakah di dalam atau di luar pemerintahan itu akan dibahas dalam rakernas. Tapi Konstitusi partai menegaskan bahwa itu merupakan kewenangan dari Ketua Umum PDIP," katanya.
Hasto mengatakan partainya akan selalu konsisten membangun demokrasi dan melindungi kedaulatan rakyat. Menurut dia, dinamika politik selama Pemilu dan Pilpres 2024 akan terus menjadi arah perjuangan partainya ke depan.
"Karena sekiranya kita tidak dilakukan koreksi atas penyalahgunaan kekuasaan maka berbagai kecurangan itu akan diterapkan dalam pemilu-pemilu yang akan datang," kata Hasto.
Eks calon presiden nomor urut 3 dari PDIP, Ganjar Pranowo sebelumnya mengumumkan tak akan bergabung pada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat acara halal bihalal Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, dan turut dihadiri bekas cawapresnya Mahfud MD di Teuku Umar 9, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/5).
Namun begitu, mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengaku akan tetap menghormati pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut Ganjar, pengawasan terhadap pemerintah harus dilakukan dengan cara yang benar melalui parlemen.
"Saya declare pertama, saya tidak akan bergabung di pemerintahan ini, tapi saya sangat menghormati pemerintahan ini," ucap Ganjar dalam pidatonya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan