Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
AS Iming-Iming Israel Informasi Soal Bos Hamas Jika Batal Serang Rafah
beritabali.com/cnnindonesia.com/AS Iming-Iming Israel Informasi Soal Bos Hamas Jika Batal Serang Rafah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat dilaporkan menawarkan akan memberikan "informasi intelijen sensitif" kepada Israel soal keberadaan para pemimpin senior Hamas.
Hal itu disebut ditawarkan Presiden Joe Biden jika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sepakat menunda invasi daratnya ke Rafah Jalur Gaza Palestina.
Mengutip empat sumber anonim, The Washington Post melaporkan AS telah "menawarkan bantuan berharga kepada Israel" jika mereka menolak menunda serangan ke Rafah, termasuk informasi intelijen sensitif untuk membantu militer Israel melacak lokasi para pentolan Hamas.
AS juga disebut bakal memberikan informasi soal lokasi terowongan tersembunyi Hamas di Gaza kepada Israel jika manut pada permintaan Negeri Paman Sam tersebut.
The Washington Post menuturkan AS bahkan berjanji memberikan bantuan untuk mendirikan tenda-tenda besar bagi pengungsi Palestina yang harus dievakuasi dari Rafah hingga membangun infrastruktur bantuan kemanusiaan.
Dikutip The Times of Israel, seorang pejabat senior pemerintahan Netanyahu mengklaim bahwa Tel Aviv juga sudah memberi jaminan bahwa militer tak akan memasuki Rafah sebelum mengevakuasi sedikitnya 800 ribu warga Palestina dari wilayah itu.
Sementara itu, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby, mengatakan pada Kamis pekan ini bahwa AS memang telah memberikan informasi intelijen kepada Israel.
Tapi, tidak jelas apakah informasi yang diberikan itu sama dengan yang dimaksud The Washington Post atau tidak.
"Sebenarnya kami juga bisa membantu mereka menargetkan para pemimpin, termasuk [pemimpin Hamas Yahya] Sinwar, yang sejujurnya kami lakukan terhadap Israel secara berkelanjutan," katanya.
Laporan Washington Post ini muncul setelah dua pejabat yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada The Times of Israel pada hari Jumat bahwa Sinwar tidak bersembunyi di Rafah.
Mengutip informasi intelijen, dua sumber itu mengklaim pemimpin Hamas diyakini masih bersembunyi di terowongan bawah tanah di wilayah Khan Younis, Gaza.
Terlepas dari dugaan kesepakatan dengan AS ini, Israel tetap melancarkan gempuran ke Rafah. Wartawan AFP dan petugas kemanusiaan melaporkan serangan udara Israel menerjang beberapa lokasi pesisir pantai Rafah pada Minggu (12/5).
Serangan ke Rafah berlangsung kala Israel masih memperluas perintah evakuasi warga dari wilayah itu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan