Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Biaya Pemakaman Mahal, Jenazah Yang Tak Diurus Menumpuk di Kanada
BERITABALI.COM, DUNIA.
Biaya pemakaman yang mahal membuat Kanada menghadapi masalah penumpukan jenazah.
Melansir Reuters, beberapa provinsi di Kanada mencatat lonjakan jumlah jenazah yang tidak diklaim atau diambil keluarga dalam beberapa tahun terakhir. Biaya pemakaman yang mahal jadi salah satu faktor utamanya.
Fenomena tersebut mendorong beberapa provinsi membangun fasilitas penyimpanan jenazah yang baru.
Permintaan penggalangan dana pemakaman pun ikut melonjak. Biaya keseluruhan pemakaman di Kanada pada kelompok atas telah meningkat menjadi sekitar C$8.800 (Rp103,2 juta) dari sekitar US$6 ribu (Rp70,3 juta) pada tahun 1998.
Di Ontario, misalnya, jumlah jenazah yang tidak diklaim meningkat jadi 1.183 pada tahun 2023 dari 242 pada tahun 2013.
Dalam sebagian besar kasus, umumnya jenazah telah diidentifikasi oleh keluarga. Namun, keluarga tak dapat mengklaim jenazah karena berbagai alasan, salah satu yang utama adalah pendanaan.
"Ini menyedihkan. Seseorang meninggal dunia dan tidak ada seorang pun yang dapat memberikan rencana untuk orang tersebut setelah kematiannya," ujar Kepala Koroner Ontario Dirk Huyer.
Di Ontario sendiri, jenazah dianggap tidak diklaim jika telah lewat dari 24 jam. Namun, staf koroner biasanya akan mencari keluarga atau kerabat terdekatnya selama berminggu-minggu.
Jika keluarga atau kerabat mengkonfirmasi bahwa mereka tak dapat mengambil jenazah, pemerintah kota akan bekerja sama dengan rumah duka untuk menggelar pemakaman sederhana.
Sementara jenazah disimpan di kamar mayat atau fasilitas penyimpanan dengan suhu terkendali.
Kondisi yang sama juga terjadi di Quebec. Jumlah jenazah yang tidak diklaim meningkat jadi 183 pada 2023 dari 66 pada 2013. Di Alberta, jumlah jenazah yang tidak diklaim meningkat jadi 200 pada 2023 dari 80 pada 2016.
Ilustrasi. Sejumlah provinsi di Kanada membangun fasilitas khusus untuk penyimpanan jenazah yang tidak diklaim. (Istockphoto/Rich Legg)
Hal yang sama juga terjadi di Newfoundland and Labrador. Provinsi tersebut bahkan membangun unit penyimpanan permanen untuk menampung jenazah yang tidak diurus keluarganya.
Pemimpin oposisi Partai New Democratic di Newfoundland and Labrador Jim Dinn menyoroti tingginya biaya pemakaman di Kanada.
Sebagai informasi, sebuah makam tunggal dewasa di Mount Pleasant Group rata-rata berharga US$2.800 atau sekitar Rp32,8 juta. Sementara harga untuk pemakaman di tengah Kota Toronto bisa mencapai US$34 ribu atau sekitar Rp398,6 juta. Harga tersebut belum termasuk keperluan-keperluan lainnya.
"Ini bukan tentang membangun unit penyimpanan [jenazah] yang lebih besar. Ini tentang mengatasi penyebab mendasar yang menyebabkan penumpukan jenazah," ujar Dinn. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan