Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Australia Deteksi Kasus Pertama Flu Burung H5N1 Pada Manusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Australia melaporkan kasus flu burung pertama pada manusia pada Rabu (22/5). Kasus ini terdeteksi pada seorang anak yang menurut pihak berwenang telah terinfeksi di India tetapi diklaim sudah sembuh total.
"Ini adalah kasus flu burung yang sangat patogen pada manusia pertama yang terkonfirmasi di Australia," kata Kepala Petugas Kesehatan Negara Bagian Victoria, Dokter Claire Looker, dalam sebuah pernyataan.
"Anak tersebut mengalami infeksi parah tetapi tidak lagi sakit dan telah pulih sepenuhnya," paparnya menambahkan.
Kasus flu burung di Victoria ini melibatkan virus H5N1, namun jenis virus ini tidak sama dengan virus yang menyebabkan wabah di Amerika Serikat, kata Looker.
Jenis flu burung H5N1 telah menyebar ke seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir dan membunuh miliaran burung yang dibudidayakan maupun liar. Penyakit ini bahkan telah menyebar ke puluhan spesies mamalia lainnya.
Sementara itu, selama ini, Australia adalah satu-satunya benua yang masih bebas dari penyebaran flu burung. Namun, pekan ini, pihak berwenang menuturkan telah mendeteksi jenis flu burung yang sangat patogen di sebuah peternakan telur di dekat Melbourne.
Kepala Petugas Dokter Hewan di Victoria Graeme Cooke mengatakan tes laboratorium pertama menunjukkan bahwa virus tersebut adalah jenis H7 yang belum teridentifikasi dan kemungkinan berasal dari populasi burung liar.
Imbas penemuan ini, Cooke menuturkan otoritas kesehatan menerapkan pembatasan pada pergerakan di sekitar peternakan tersebut dan burung-burung akan dimusnahkan.
"Daerah ini memang memiliki kepadatan bisnis unggas yang tinggi, baik yang bertelur maupun daging unggas," kata Cooke kepada radio Australian Broadcasting Corporation (ABC) seperti dikutip Reuters.
"Pada tahap ini kami belum bisa mengatakan apakah akan ada penyebaran ke properti lain. Kami sekarang mengambil tindakan yang diperlukan untuk memberantasnya guna menghilangkan penyebaran selanjutnya."
Namun, Cooke memastikan wabah ini tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan